Bisnis Liverpool dalam jual-beli pemain boleh dibilang cemerlang semenjak Michael Edwards menghuni posisi sebagai direktur olahraga. Klub penghuni Anfield selalu bisa menggaet pemain dengan harga yang wajar, namun meraih untung kemudian hari.
Teranyar, penjualan Danny Ings dari Southampton ke Aston Villa lagi-lagi dapat membuktikan kelas Edwards sebagai direktur olahraga. Karena ketika Liverpool melepas Ings ke Southampton pada 2019, Liverpool melampirkan klausul 10 persen untuk penjualan berikutnya.
Villa menebus Ings dengan mahar 30 juta poundsterling, yang artinya Liverpool akan dapat 3 juta poundsterling. Hanya saja, klausul itu berlaku jika saja penjualan Ings dalam kelipatan 20 juta paun, sehingga dalam bisnis ini, Liverpool hanya dapat 2 juta paun.
Informasi ini seperti dilaporkan oleh The Athletic, yang jika diubah ke Rupiah, maka Liverpool akan mendapatkan Rp39 miliar lebih. Nominal tersebut memang tidak besar untuk belanja pemain di Eropa, tapi setidaknya ada hasil yang bisa dinikmati oleh The Reds.
Sejak Edwards dipercaya mengatur strategi transfer Liverpool, sudah banyak pemain yang bisa dilepas Liverpool dengan harga yang cukup mahal. Seperti Dominic Solanke hingga Rhian Brewster. Yang disayangkan, mungkin bagaimana Liverpool kehilangan Gini Wijnaldum secara cuma-cuma.
GettyAda rencana Liverpool gaet Ollie Watkins?
Dengan kehadiran Danny Ings ke lini depan Aston Villa, Ollie Watkins mungkin punya peluang untuk meninggalkan klub asal Birmingham tersebut. Watkins sempa disebut sebagai salah satu pemain depan yang didambakan oleh Liverpool.
Penyerang kelahiran Inggris itu pernah menjebol gawang dari Liverpool pada musim lalu, yang membuat Si Merah dipermalukan 7-2, di Villa Park. Watkins menggila dengan tiga gol yang ia kemas ke gawang Liverpool, dan membuatnya diperbincangkan untuk jadi bagian skuad Jurgen Klopp.
Hanya saja, belum ada sumber terpercaya yang melaporkan bahwa Liverpool siap memboyong Watkins. Apalagi, masih ada Divock Origi sebagai salah satu pelapis lini depan Liverpool saat ini. Hal bisa saja berbeda jika memang Origi benar-benar dipersilakan hengkang dari Anfield.
Getty



