Rekrutan anyar Bayern Munich Sadio Mane menegaskan bahwa dirinya akan melakukan apa pun untuk membela Senegal, bahkan mengakui jika dirinya hampir menandatangani 'kontrak kematian' demi negaranya.
Hal tersebut saat mantan bintang Liverpool itu membela Senegal di Piala Afrika, awal tahun ini, di mana ia mengalami benturan keras di kepalanya saat melawan Cape Verde di babak 16 besar.
Klubnya kala itu, Liverpool, dan staf medis Senegal telah memintanya untuk istirahat setidaknya sampai lima hari, tetapi Mane menolak.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya harus tetap bermain di perempat-final, dan menawari negaranya untuk membuat 'kontrak kematian'.
Kontrak tersebut menyatakan andai terjadi sesuatu yang membahayakan nyawa Mane, maka itu menjadi tanggung jawab pribadinya.
Perdebatan pun terjadi, namun pada akhirnya Mane tetap bermain, bahkan hingga partai final dan sampai memenangkan kejuaraan tersebut.
"Ketika saya cedera melawan Cape Verde dan mengalami gegar otak, saya tidak pernah membicarakan hari itu," ujar Mane dalam wawancaranya dengan Pro Direct Soccer France.
"Liverpool menekan federasi dan menulis surat kepada FIFA yang mengatakan saya membutuhkan setidaknya lima hari untuk istirahat, yang berarti saya akan melewatkan perempat-final."
"Saya tahu seharusnya saya tidak bermain, tetapi saya berkata 'ayo kita buat kontrak'. Itu akan menjadi tanggung jawab saya, saya akan menandatanganinya."
"Jika saya mati, mereka bisa mengatakan itu salah saya. Ini bukan salah siapa-siapa. Mereka bilang 'Sadio, Anda tidak bisa bermain' Tapi saya mengatakan, 'Tidak, tidak, itu tidak mungkin'."
"[Pada akhirnya] saya tidak menandatangani kontrak, tetapi sebenarnya saya siap melakukannya. Dokter berkata: 'Ayo lakukan pemindaian di pagi pada hari pertandingan."


