OLEH DIMAS PANJI SETYADI
Sejauh ini Piala Dunia 2018 telah dipastikan akan kedatangan setidaknya dua tim yang akan melakoni debut, Islandia dan Panama sudah mengamankan tempatnya di putaran final turnamen akbar yang akan digelar di Rusia tahun depan itu.
Setelah berhasil melaju hingga babak perempat-final di ajang Euro 2016, Islandia melanjutkan performa bagusnya dengan menjadi juara Grup I kualifkasi Piala Dunia zona UEFA.
GettySementara Panama berhasil lolos ke Piala Dunia pertamanya setelah sukses menggeser posisi Amerika Serikat, mereka meraih kemenangan 2-1 atas Kosta Rika di laga terakhir kualifikasi berkat gol kemenangan Roman Torres pada penghujung laga.
Presiden Panama kemudian bahkan menetapkan hari libur nasional pada Rabu (11/10) untuk merayakan pencapaian bersejarah negaranya.

Menarik untuk menantikan bagaimana pencapaian mereka pada debutnya berlaga di Piala Dunia, apakah mereka mampu meniru Portugal di Piala Dunia 1966 dan Kroasia 1998 yang sukses menempati urutan ketiga? atau akan tercipta sejarah baru?
Berikut merupakan pencapaian terbaik para debutan dalam turnamen sepakbola terbesar di dunia tersebut:
Wales: Perempat-final, Piala Dunia 1958
Mereka sukses lolos ke putaran final hanya karena Sudan dan Belgia menolak bertanding menghadapi Israel di babak play-off kualifikasi, tapi Wales berhasil mengalahkan finalis Piala Dunia 1954 Hungaria untuk lolos dari fase grup putaran final.
Piala Dunia yang berlangsung di Swedia itu diikuti 16 negara peserta. Wales yang merupakan debutan melangkah ke babak delapan besar dan takluk 1-0 dari Brasil, gol tunggal diciptakan oleh Pele yang kala itu masih berusia 17 tahun.
Korea Utara: Perempat-final, 1966
Secara mengejutkan Korea Utara berhasil mengalahkan tim besar Italia di Ayresome Park Inggris untuk melaju ke babak delapan besar. Gol tunggal Pak Doo-ik membuat timnya finis di peringkat dua Grup 4 dan berhak melaju ke babak selanjutnya bersama juara grup Uni Soviet, sementara Italia yang kala itu diperkuat Gianni Rivera tersingkir.
Akan tetapi perjalanan mereka harus terhenti di perempat-final setelah takluk 5-3 dari tim debutan lainnya Portugal. Eusebio menjadi bintang lewat empat gol yang berhasil ia cetak di laga itu.
Portugal: Semi-final, 1966
Eusebio tampil impresif di Piala Dunia yang berlangsung di Inggris ini. Performa individunya tercatat sebagai salah satu yang terbaik, ia menjadi top scorer lewat perolehan sembilan gol sepanjang turnamen.
Ia mencetak dua gol saat membawa Portugal menang 3-1 atas Brasil yang diperkuat Pele di fase grup. Ia kemudian mencetak empat gol ke gawang Korea Utara di perempat-final. Tapi penalti Eusebio di laga semi-final kontra tuan rumah Inggris tidak cukup karena Bobby Charlton mencetak dua gol.
Di perebutan tempat ketiga Eusebio kembali mencetak gol lewat penalti, dan membawa Portugal menaklukkan Uni Soviet. Finis sebagai peringkat ketiga merupakan pencapaian terbaik tim debutan di Piala Dunia sejauh ini.
Kroasia: Semi-final, 1998
Kroasia menjadi tim debutan lainnya yang mampu mencapai posisi tiga besar.
Di balik kejayaan tuan rumah Prancis serta performa mengesankan Zinedine Zidane saat menang 3-0 atas Brasil di final, Kroasia juga mampu menampilkan performa yang hebat di debutnya dalam turnamen akbar tersebut setelah memerdekakan diri dari Yugoslavia.
Getty ImagesSang penyerang Davor Suker menjadi bintang setelah berhasil menjadi top scorer turnamen lewat perolehan enam golnya. Kemenangan 3-0 atas tim raksasa Jerman di perempat-final menjadi yang paling disorot kala itu.
Akan tetapi langkah Kroasia terhenti di semi-final setelah kalah tipis 2-1 dari tuan rumah Prancis setelah Lilian Thuram sukses mencetak dua gol. Tapi Kroasia berhasil menempati urutan ketiga di akhir turnamen setelah gol Suker membawa mereka menang 2-1 atas Belanda.
Senegal: Perempat-final, 2002
Senegal tampil sebagai debutan di Piala Dunia yang berlangsung di Korea Selatan dan Jepang ini.
Mereka langsung membuat dunia terkejut setelah gol Papa Bouba Diop sukses membawa Senegal mengungguli sang juara dunia dan Eropa Prancis di laga pembuka.

Getty ImagesTim asuhan Bruno Metsu itu kemudian bermain imbang kontra Denmark dan Uruguay sehingga berhak melaju ke fase gugur sebagai runner-up grup A di bawah Denmark, sementara Prancis langsung tersingkir sebagai juru kunci.
Senegal kemudian berhasil menang secara dramatis atas Swedia di babak 16 besar. Dua gol Henri Camara membuat mereka menang lewat babak tambahan. Gol emasnya pada menit ke-104 membawa timnya melaju. Akan tetapi perjalanan mereka terhenti ditangan Turki pada babak berikutnya. Mereka kalah 1-0 lewat gol emas Ilhan Mansiz yang tercipta pada menit ke-94.
Perjalanan Senegal itu menjadi salah satu yang tak terlupakan di era sepakbola modern atau sejak Piala Dunia diikuti 32 negara.
