Berita Live Scores
LaLiga

CATATAN: Soal Penalti, Cristiano Ronaldo Bukan Pengecut

09.27 WIB 30/06/17
Cristiano Ronaldo Portugal
Memilih atau dipilih sebagai penendang kelima pada adu penalti, bagi Cristiano Ronaldo keputusan seperti itu adalah sebuah hal yang wajar.

OLEH  Gunawan Widyantara     Ikuti di twitter

Cristiano Ronaldo mungkin menyesal karena tidak mengambil penalti lebih cepat di semi-final Piala Konfederasi seiring kekalahan Portugal dari Cile.

Kedua kesebelasan mengakhiri pertandingan normal dan perpanjangan waktu dengan skor imbang tanpa gol hingga pemenang harus ditentukan melalui adu tembakan dari titik putih.

Laporan Pertandingan: Portugal 0-0 Cile (Adu Penalti 0-3)

Istimewa, Cladio Bravo berhasil menggagalkan tiga penendang pertama Portugal yaitu Ricardo Quaresma, Joao Moutinho dan Nani sementara tiga eksekutor Cile sukses menunaikan tugasnya.

Episode tersebut juga membuat Ronaldo kehilangan kesempatan untuk mengubah jalannya cerita dan Portugal dipaksa mengubur ambisi berjaya di Piala Konfederasi 2017 setelah sebelumnya meraup sukses besar dengan merajai Euro 2016 di Prancis.

Cerita ini bagai pengulangan kisah pilu Portugal di semi-final Euro 2012. Saat itu Selecao berhasil memaksa tim sekelas Spanyol untuk melakukan adu penalti namun ketika Moutinho dan Bruno Alves gagal menjebol gawang, Ronaldo tidak pernah mendapat kesempatan untuk menendang bola.

Meski demikian, empat tahun kemudian Ronaldo mencicipi pengalaman menjadi penendang pertama pada adu penalti tepatnya saat Portugal bermain imbang 1-1 di Marseille. Setelah superstar El Real tersebut sukses menggetarkan gawang, Portugal menang 5-3 atas Polandia.

Kembali ke Rusia, momen yang melibatkan Ronaldo terkait adu penalti Portugal menuai beragam kecaman mulai dari anggapan hanya ingin menjadi pahlawan hingga komentar yang jauh lebih sinis seperti pengecut dan pemimpin yang buruk.

Tetapi apakah sudah benar penilaian seperti itu? 

SIMAK JUGA: Arturo Vidal: Cristiano Ronaldo? Pemain Sok Pintar!

Dari tribun stadion dan layar kaca, menendang penalti terlihat bukan pekerjaan sulit tetapi lain ceritanya bagi pemain di atas lapangan.

Sebut saja pemain legendaris seperti Roberto Baggio, Diego Maradona, Frank Lampard, Steven Gerrard dan sederet pemain kaliber kelas dunia lainnya pernah gagal mengeksekusi bola dari titik putih.

Mengambil tendangan penalti terutama di adu penalti dibutuhkan mental yang sangat kuat untuk mengendalikan emosi ditambah perencanaan yang matang karena bukan tidak mungkin, sebelumnya kiper yang akan dihadapi telah mempersiapkan diri secara khusus dengan mempelajari kebiasaan lawan.

Dinukil dari michelacosta, Ronaldo sejauh ini bisa membuktikan diri sebagai penendang penalti yang ulung. Total superstar Rea Madrid sudah mengemas 101 gol dari titik putih berbanding gagal 22 kali.

Ronaldo tercatat sudah terlibat delapan kali di adu penalti dengan enam di antaranya sukses dia lesakkan.

Meski tidak baku, pemain yang paling diandalkan klub biasanya menjadi penendang terakhir seperti halnya Ronaldo untuk Real Madrid.

Pada final Liga Champions 2014, Ronaldo jadi penentu kemenangan Los Blancos dengan menyandang status penendang penalti kelima yang berhasil mengandaskan ambisi Atletico Madrid.

SIMAK JUGA: Rahasia Claudio Bravo Tangkis Tiga Penalti

Bagi pemain sekelas Ronaldo, tidak peduli memilih atau dipilih menjadi penendang terakhir merupakan keputusan yang bisa diterima oleh akal alias bukan sekadar jago-jagoan atau berharap menjadi pahlawan di akhir laga.

Penendang kelima adalah pemain dengan tekanan dan beban terbesar di momen adu penalti. Harapan luar biasa besar tim, fans, klub, bahkan negara berada di pundaknya.

Maka tidak sebuah hal yang aneh jika pemain yang paling diandalkan sering menjadi penendang terakhir dengan harapan mereka punya kans yang lebih besar untuk menyegel kemenangan dibanding menaruh harapan pada eksekutor minim pengalaman pada situasi hidup dan mati.