Persib Bandung menjadikan Stadion Si Jalak Harupat sebagai markas mereka untuk Liga 1 2020. PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi sudah melakukan verifikasi ke stadion tersebut.
Melalui perwakilan mereka, Ais Alkana, LIB menyatakan bahwa Si Jalak Harupat memenuhi standar untuk homebase Liga 1 musim ini. Namun, hasil pihak Persib tetap harus memperhatikan beberapa hal untuk dibenahi.
"Seperti rumput, atau ada atap yang bocor, dan beberapa harus ada perbaikan supaya lebih baik. Sejauh ini layak dan bisa dipergunakan. Untuk hasil verifikasi secara resmi akan kami kirim kepada klub," ucap Ais.
Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) turut didaftarkan Persib sebagai stadion alternatif mereka musim ini. Budhi Bram selaku koordinator umum panpel Persib turut mendampingi tim verifikasi untuk meninjau bagaimana GBLA.
Panpel Persib pun siap untuk membenahi segala kekurangan dari Si Jalak Harupat yang menjadi markas utama Maung Bandung. "Karena GBLA masih menunggu kepastian, kami fokus ke SJH dulu," ungkapnya dikutip situs klub.
Di sisi lain, Robert Alberts selaku pelatih Persib menyatakan dirinya cenderung lebih menyukai GBLA. Hal itu berdasarkan kualitas dari lapangan GBLA yang dinilai lebih bagus. Namun, GBLA belum pasti bisa digunakan Persib.
“Jika Anda tanya saya atau pemain, semua pasti akan mengatakan GBLA. Meski lokasi cukup jauh, dan merupakan satu hal yang dipertimbangkan," beber Robert dikutip laman Pikiran Rakyat.
"Tapi kondisi lapangan jauh lebih baik dari Jalak Harupat, atmosfernya juga jauh lebih baik dari Harupat, ini stadion yang fantastis, hanya perawatannya saja yang kurang. Tapi kami juga tahu kesulitannya."


