Dede Sugita - Madrid - Gran ViaGoal Indonesia

Catatan Dari Spanyol: Buenos Dias, Madrid!


LIPUTAN   DEDE SUGITA     DARI   MADRID

Buenos días (selamat siang), Madrid! Momen yang dinanti itu akhirnya tiba. Goal Indonesia menjejakkan kaki di ibu kota Spanyol pada Selasa (19/12) siang waktu setempat.

Perjalanan panjang harus ditempuh dari Jakarta untuk mencapai Madrid, memakan waktu hampir 20 jam! Ya, nyaris satu hari penuh. Pertama-tama sayaterbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Hamad di Doha, Qatar, dengan waktu tempuh sembilan jam 15 menit.

Setelah transit selama sekitar tiga jam di negara yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 tersebut, saya melanjutkan perjalanan ke Bandara Barajas, Madrid, yang membutuhkan durasi tujuh jam 55 menit.

Rasa letih sirna oleh gejolak antusiasme mendarat di tempat baru nan menarik. Terlebih lagi udara Madrid ketika sayadatang ternyata tidak terlalu dingin, bahkan cenderung hangat dengan “bantuan” sinar matahari yang bersinar terang. Sangat bersahabat untuk orang yang berasal dari negara beriklim tropis, tidak seperti yang sebelumnya dikhawatirkan mengingat suhu Madrid dikenal lumayan bikin menggigil di bulan Desember.

Liputan SpanyolGoal IndonesiaBandara Barajas di Madrid

Setibanya di bandara, sayasudah ditunggu perwakilan La Liga Spanyol yang langsung mengantar ke hotel. Keberangkatan Goal ke Negara Matador memang atas undangan La Liga untuk meliput ke Madrid dan Valencia, dan berpuncak pada nonton langsung duel akbar El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona di Santiago Bernabeu, Sabtu (23/12) mendatang.

Udara hangat di awal kedatangan bikin saya sedikit pongah. Setelah beristirahat sejenak di hotel, saya memutuskan tidak mengenakan jaket saat hendak keluar untuk makan malam. “Ah enggak terlalu dingin kok,” gumam saya. Alangkah keliru pikiran tersebut karena begitu saya melangkah keluar, dinginnya udara langsung menusuk tulang. Suhu yang tertera di layar telepon seluler menunjukkan angka 10 derajat Celcius. Pantas saja!

Langsung saya kembali ke kamar untuk mengambil jaket dan syal agar tubuh cukup kuat menahan gempuran hawa dingin. Aman!

Ada beberapa catatan menarik tatkala saya pergi makan malam bersama representatif La Liga dan lima jurnalis lainnya (dua dari Amerika Serikat, sepasang dari Afrika Selatan, plus seorang dari Tiongkok).

Kami pergi ke sebuah restoran bernama Meson Txistu yang amat kesohor dan jadi salah satu destinasi kuliner utama di Madrid, termasuk para pesepakbola top dan selebriti dunia, di antaranya Cristiano Ronaldo, Tom Cruise, Arnold Schwarzenegger, dan Diego Armando Maradona.

Bahkan pesta perayaan juara Piala Dunia 2010 Spanyol diselenggarakan di sini, dengan botol sampanye raksasa bertuliskan Campeones Del Mundo 2010 menjadi saksi bisu selebrasi Andres Iniesta cs.

Liputan SpanyolGoal IndonesiaLiputan SpanyolGoal Indonesia

Uniknya, tempat ini masih sepi sekali ketika kami sampai di sana menjelang pukul sembilan malam. Usut punya usut, ternyata Spanyol memiliki kultur makan yang berbeda dari kebanyakan negara lain.

Orang-orang Spanyol biasa bersantap malam mulai pukul 22. Bahkan di musim panas tidak jarang makan malam dimulai pukul 24! Ini disebabkan waktu istirahat makan siang yang cukup lama dan tentunya tradisi siesta alias tidur siang. Makan siang mereka pun umumnya pukul 14:30.

Karena hal ini pula banyak tempat makan di Spanyol yang baru buka pukul 21 untuk menyediakan santap malam. Pintu depan Meson Txistu pun sejatinya masih ditutup sehingga kami masuk dari samping. Jadilah kami seperti memesan restoran ini secara eksklusif lantaran sama sekali tidak ada pengunjung lain.

Liputan SpanyolJersey La Duodecima Real Madrid ikut terpampang di Meson Txistu

Yang jelas, tidak keliru jika tempat ini amat top karena hidangan yang disajikan memang luar biasa lezat, dari makanan pembuka, sajian utama, hingga penutup tiada yang mengecewakan. Kami keluar dari restoran sekitar pukul 23:30, dan ya ampun suhunya turun lebih rendah lagi hingga 4 derajat Celcius! Untunglah perut kenyang agak menolong melawan udara dingin sampai kami tiba di hotel untuk menghangatkan diri dan melepas lelah.

Pascaacara ramah-tamah di hari pertama, esok Rabu (20/12) kami dijadwalkan menyambangi kantor La Liga serta berkunjung ke markas Real Madrid, Santiago Bernabeu, sebelum menyaksikan pertandingan Getafe melawan Las Palmas di Coliseum Alfonso Pérez di malam harinya.

Ikuti terus liputan Goal Indonesia dari Spanyol!

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google