Pemain Barcelona serta dua klub lainnya, Espanyol dan Girona, terancam merasakan tidak nyaman di tubuh mereka selepas latihan dan bertanding setelah keluar peraturan larangan menggunakan air secara berlebihan.
Perarturan tersebut belum lama ini dikeluarkan pemerintah Catalonia, dan mulai diterapkan pada Januari 2024 jika tidak ada peningkatan curah hujan dalam beberapa pekan mendatang, karena wilayah tersebut akan beralih ke fase pra-darurat mengenai ketersediaan air di waduk untuk mengurangi dampak kekeringan.
Kebiajakan itu diterapkan di pusat kebugaran maupun kompleks olahraga, termasuk di Estadi de Montjuic yang kini sudah berubah nama menjadi Estadi Olimpic Lluis Companys. Begitu juga ketika pemain berlatih di Ciutat Esportiva.
Baik Girona dan Barcelona sudah menandatangani perjanjian dengan pemerintah pada pekan lalu, berkomitmen untuk mengambil tindakan demi mengatasi kekeringan.
Menteri tindakan iklim, pangan dan pedesaan, David Mascort, mengatakan, ketiga klub yang berada di wilayah Catalonia diberikan dua pilihan, yakni antara menyiram rumput lapangan dan larangan mandi kepada pemain selepas latihan dan bertanding.
“Barca mengkonsumsi air di Estadi de Montjuic, di Ciutat Esportiva, dan tempat-tempat lain. Yang harus dilakukan Barca adalah mengganti air yang digunakannya dengan irigasi dan menghemat mandi, baik di Montjuic atau di Ciutat Esportiva,” ujar Mascort kepada Cardena SER dikutip laman Mundo Deportivo.
“Semua perlengkapan itu banyak mengkonsumsi air, dan mempunyai kewajiban untuk mengurangi konsumsinya. Jika mereka ingin terus menyirami lapangan, mereka harus memberikan kompensasi lebih banyak lagi atas apa yang mereka konsumsi.”
Catalonia tengah mengalami kekeringan yang berkepanjangan sejak tahun lalu. Meningkatnya jumlah pembayaran tagihan menunjukkan penggunaan air di masyarakat cukup tinggi.
