Jamie Carragher, legenda Liverpool, melontarkan kritik tajam kepada Ronald Araujo, dengan menegaskan bahwa transfer bek asal Uruguay tersebut ke The Reds memunculkan banyak tanda tanya, kendati memiliki alasan olahraga dan ekonomi.
Menurut surat kabar Spanyol "Sport", Carragher mengakui bahwa transfer ini membawa sisi positif sekaligus sisi negatif, terutama mengingat kebutuhan Liverpool untuk memperkuat lini pertahanannya, seraya berkata: "Begini, ini campuran antara yang terbaik dan terburuk, bukan?".
Kondisi skuad Liverpool mengharuskan penguatan lini pertahanannya yang menerima banyak pukulan, karena kepergian Ibrahima Konate dan masalah fisik di lini ini membuat Virgil van Dijk menjadi satu-satunya bek berpengalaman yang tersedia sepenuhnya, sehingga Araujo datang untuk mengisi kebutuhan yang jelas.
Carragher tidak meragukan kemampuan bek asal Uruguay tersebut, dengan menegaskan: "Araujo adalah monster fisik, agresif, dan bisa bermain di jantung pertahanan atau sebagai bek kanan, ia juga memiliki pengalaman di level tertinggi. Ia pernah menjadi kapten Barcelona, dan telah menjalani laga-laga besar".
Mantan pemain internasional Inggris itu juga menilai bahwa skema kesepakatan dengan Araujo cocok untuk Liverpool, sebab peminjaman sangat mengurangi risiko, di mana klub akan bisa memantau sejauh mana kemampuan pemain dalam menghadapi ritme Liga Premier Inggris dan tuntutan Iraola sepanjang satu musim, sebelum mengambil keputusan terkait kontrak permanen dengannya.
Carragher berkata: "Peminjaman itu berisiko rendah. Kau mengujinya selama satu tahun, dan melihat apakah ia akan beradaptasi dengan Iraola, dan jika berhasil, kau membelinya. Bagian ini masuk akal. Ia mengisi kekosongan tanpa meledakkan anggaran".
Namun sisi positifnya berhenti sampai di titik ini, karena keberatan Carragher muncul ketika ia mulai menganalisis level pemain tersebut.
Legenda Liverpool itu meyakini bahwa masalah utama pada Araujo tidak berkaitan dengan kemampuan fisiknya, melainkan dengan sejumlah aspek taktis dan mental dalam cara bermainnya.
Mantan bek itu menjelaskan: "Semangat itu hal yang hebat, ia melompat dengan kuat dalam duel-duel, tetapi bertahan di level ini berkaitan dengan pengambilan keputusan, konsentrasi, dan membaca permainan".
Carragher menilai bahwa Araujo khususnya menunjukkan banyak titik lemah dalam aspek-aspek ini selama musim-musim terakhirnya bersama Barcelona.
Ia memperingatkan: "Sering kali menghadapi tim-tim elite ia kehilangan konsentrasinya, memberikan penalti-penalti naif, atau terkena kartu merah. Liga Premier Inggris tidak kenal ampun; sedikit saja lengah dan kau akan dihukum".
Carragher menegaskan: "Araujo telah mengalami masalah terkait konsistensi dan kedisiplinan, dan levelnya juga menurun".
Ia menambahkan: "Liverpool seharusnya merekrut bek yang lebih berpengalaman ketimbang memilih pemain yang selalu menjadi cadangan Pau Cubarsi yang berusia 19 tahun".
Kini Carragher kembali menegaskan gagasan yang sama, dengan berkata: "Datang ke sini dengan status pinjaman setelah diberi tahu bahwa ia bukan pemain utama di Barcelona... rasanya seperti sebuah reaksi ketimbang sebuah transfer untuk seorang bintang besar".
Mantan pemain itu lebih menyukai arah menuju opsi yang lebih stabil, dengan menjelaskan: "Aku akan lebih memilih solusi permanen yang sesuai dengan sistem dalam jangka panjang, tetapi mari kita lihat ia bermain dulu, meski aku belum antusias".
.jpeg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)



