Berita Live Scores
Cult Hero

Enigma Carlos Vela: Satu Striker Terbaik Dunia Gagal Penuhi Potensi

21.31 WIB 18/01/22
Carlos Vela LAFC 2021
Sempat digadang jadi salah satu calon pemain terbaik dunia, tapi Carlos Vela justru pilih hijrah dari Eropa ke Los Angeles FC pada usia 29 tahun.

Pada usianya yang ke-29, tujuh tahun lebih muda dari Zlatan Ibrahimovic, Carlos Vela telah memutus kariernya di Eropa untuk hengkang ke Los Angeles FC.

Bagaimana Vela, salah satu striker paling berbakat di generasinya, akhirnya meneken kontrak dengan tim baru di luar Eropa pada 2018 dan mencapai puncak permainannya?

Ini adalah cerita aneh yang dimulai pada 2005, kala Vela mencetak gol terbanyak untuk Meksiko pada Piala Dunia U-17 dalam kemenangan mereka di Peru. Dengan kecepatan, keterampilan, dan kemampuan naluriahnya di depan gawang, ia menarik perhatian klub-klub Eropa. Dalam beberapa pekan, Arsenal telah memenangkan perlombaan untuk mengontraknya dari klub Meksiko Chivas.

Fans Arsenal harus menunggu dua tahun untuk melihat Vela secara langsung setelah ia dipinjamkan ke Spanyol untuk mendapatkan izin kerja. Ia tampil sensasional di Salamanca [klub Divisi Dua Liga Spanyol], di mana ia menghabiskan musim pertamanya sebagai seorang profesional pada musim 2006/07, mencetak delapan gol dalam 31 penampilan.

"Dia masih kecil tapi dia memiliki kualitas yang hebat," kata Javi López, manajer Salamanca saat itu, kepada Sky Sports.

"Dia melebihi harapan kami. Dia memiliki kemampuan bawaan tapi di atas semua itu dia adalah anak yang memiliki kepercayaan tinggi. Dia tahu dia punya kemampuan dan dia mengatasi semua tantangan di depannya dengan relatif mudah.

Perdebatan tentang Vela pernah mengemuka. Apakah ia benar -benar ingin memenuhi potensinya? Apakah ia siap untuk membuat pengorbanan yang diperlukan untuk mencapai puncak? Arsene Wenger bergulat dengan pertanyaan yang sama setelah Vela akhirnya memenuhi syarat untuk izin kerja dengan status pinjaman di Osasuna, kemudian baru benar-benar bergabung dengan Arsenal pada 2008.

"Dia punya bakat alami, cepat, cerdas, dan dengan teknik yang sangat bagus," tutur Wenger setelah Vela menandai debut penuhnya di Arsenal dengan hat-trick menakjubkan dalam kemenangan 6-0 atas Sheffield United,

“Jadi, kini Anda ingin dia tambah agresif dan tekad untuk membuat perbedaan. Dia akan dengan cepat menjadi striker kelas dunia ketika dia menambahkan itu ke dalam permainannya,” imbuhnya.

Vela menunjukkan bakat menggiurkan selama tiga tahun selanjutnya, tapi total ia cuma tampil tiga kali sebagai starter di Liga Primer. Itu jadi bukti bahwa Wenger juga merasa ia masih belum mengembangkan atribut mental yang sesuai dengan keterampilan teknisnya.

Tanda tanya atas kedewasaan Vela makin terlihat di timnas Meksiko. Pada 2010, ia diskors selama enam bulan karena perannya dalam mengadakan pesta pasca-laga melawan Kolombia. Itu adalah awal dari hubungan yang rumit dengan negaranya dan memicu kecurigaan bahwa ia tidak memandang karier sepakbolanya dengan cukup serius.

"Carlos Vela tidak mencintai sepakbola, dia tidak mencintai pekerjaannya," ujar Diego Mancera, seorang jurnalis Meksiko untuk media Spanyol, El Pais.

"Dia mengaku lebih suka menonton olahraga lain, seperti bola basket. Dia juga kesepian dan kecewa dengan kehidupan di Arsenal. Dia sendiri yang mengatakannya. Dia tidak bahagia saat itu,” tambahnya.

Butuh kembali ke Spanyol bagi Vela untuk menemukan kembali kebahagiaannya. Vela dengan cepat menjadi sosok kunci bagi Real Sociedad setelah kedatangannya dengan status pinjaman pada musim panas 2011, menyumbangkan 12 gol dan tujuh assist dalam musim pertama sebelum dipermanenkan setahun berselang.

Penampilan Vela menempatkannya di antara pemain terbaik di Spanyol, tapi di Meksiko, penolakannya untuk bermain di Piala Dunia 2014 mengaburkan musimnya.

"Empat manajer berbeda mencoba meyakinkan Vela untuk kembali," kata Mancera.

"Tapi dia merasa Federasi Sepak Bola Meksiko telah melindungi pemain lain atas insiden pada 2010 ketika menolak untuk mendukungnya,” imbuhnya.

Gol dan assist Vela menurun pada paruh kedua kariernya di Real Sociedad, tapi ia dianggap sebagai pahlawan dengan mencetak 73 gol dalam 250 penampilan - rekor terbaik kedua setelah legenda Real Madrid, Hugo Sanchez, di antara pemain Meksiko yang pernah bermain di Spanyol.

“Sepertinya orang-orang di Meksiko telah memaafkannya karena tidak ikut ke Piala Dunia 2014, tapi tidak karena keputusannya meninggalkan Spanyol untuk MLS," ucap Mancera.

"Di Meksiko, orang-orang membicarakannya sebagai pemain yang pensiun dini. MLS adalah tempat pemain di masa senja karier mereka, jadi rasanya aneh Vela memutuskan untuk pindah pada usia 29 tahun,” kata dia.

“Hal yang sama terjadi dengan Giovani Dos Santos, yang memutuskan untuk pindah ke LA Galaxy pada 2015. Tingkat kebugarannya menurun. Saudaranya, Jonathan, mengikutinya dan situasinya serupa,” pungkasnya.

Namun, bagi Vela, kehadiran teman-temannya, Dos Santos bersaudara di Los Angeles hanyalah alasan lain mengapa langkah yang tidak masuk akal bagi banyak orang menjadi sangat masuk akal baginya.

"Semua orang bebas untuk memikirkan apa yang mereka inginkan," tutur Vela dalam sebuah wawancara setelah kepindahan tersebut

“Tapi pada akhirnya ini adalah karier saya, ini adalah keputusan saya, dan saya senang dengan keputusan ini,” pungkasnya.

Vela melakukan hal-hal dengan caranya sendiri. Bersama LAFC yang baru didirikan pada 2014, ia jadi jagoan klub dengan mencetak 67 gol dan 30 assist dalam 100 laga di lintas ajang.