OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter
Setelah memenuhi impiannya dengan membela AC Milan selama dua musim, pada bursa musim panas lalu Carlos Bacca akhirnya memutuskan hengkang ke Villarreal.
Di level personal, Bacca mengaku puas dengan apa yang sudah diberikannya untuk Milan. Tak bisa dibilang buruk memang, karena pemain internasional Kolombia itu sukses persembahkan 34 gol dari 76 penampilan di semua ajang.
Namun Bacca tak bisa puas jika berbicara prestasi secara keseluruhan. Dia merasa bergabung ke Milan di waktu yang salah, karena pengoleksi tujuh trofi Liga Champions itu tengah berada dalam periode terburuknya.
Getty"Tahun-tahun saya di Milan sebenarnya cukup memuaskan di level personal. Saya sanggup mencapai target objektif pribadi," buka Bacca, seperti dikutip Radio Colombia.
"Sebenarnya saya bisa mencapai yang lebih baik lagi, secara keseluruhan di level tim. Namun dibutuhkan dukungan penuh dari para direktur dan kesatuan tim itu sendiri. Menurut saya, periode itu jadi periode teburuk Milan sepanjang sejarah.
"Setelah 30 tahun sang presiden, [Silvio] Berlusconi, ingin menjual klubnya. Setelah itu pelatih tim, [Vincenzo] Montella, dan para pemangku modal memiliki pandangan yang berbeda.
"Bagaimanapun saya pergi dari Milan dengan kepala tegak, karena sukses meloloskan mereka kembali ke kompetisi Eropa. Itu merupakan target awal saya untuk mereka, setelah meninggalkan Sevilla," pungkasnya.




