Carlo Ancelotti mengungkapkan bahwa Real Madrid sudah mempersiapkan tekanan yang memaksa kiper Paris Saint-Germain Gianluigi Donnarumma melakukan kesalahan yang krusial di leg kedua babal 16 besar Liga Champions.
Real Madrid berhasil menyingkirkan Paris Saint-Germain dengan kemenangan 3-1 di leg kedua di Santiago Bernabeu, Kamis (10/3) dini hari WIB, sehingga lolos dengan keunggulan agregat 3-2.
Los Blancos kalah 1-0 di leg pertama babak 16 besar pada Februari lalu, dengan gol PSG dicetak Kylian Mbappe.
Real Madrid sempat tertinggal 1-0 di babak pertama leg kedua lewat aksi Mbappe pada menit ke-39. Raksasa La Liga Spanyol itu tertinggal agregat 2-0.
Namun, kesalahan Donnarumma ketika ditekan Benzema memicu keruntuhan psikologis total dari keseluruhan tim, ketika striker asal Prancis itu menyelesaikan hat-trick-nya hanya dalam rentang waktu 17 menit.
Ancelotti memuji performa timnya yang menjalani malam yang spesial.
"Ini adalah malam yang spesial karena kami memenangkan pertandingan yang sangat sulit dan rumit, bahkan lebih rumit lagi setelah gol Mbappé," kata Ancelotti kepada Sky Sport Italia.
Ancelotti mengungkapkan bahwa mengganggu Donnarumma dengan bola di kakinya merupakan taktik yang sudah dipersiapkan sebelumnya, karena ia tahu betul kalau kelemahan sang kiper adalah teknik dan ketenangannya melakukan back-pass.
"Kami berjuang untuk mendapatkan bola kembali, tapi dengan tekanan tinggi yang kami uji dalam latihan, kami mendapat gol dan itu benar-benar mengubah permainan," ujar Ancelotti lagi.
"Para fans mulai mendorong, kami menciptakan lebih banyak dan lebih banyak lagi. Itu adalah malam yang spektakuler dan kami sangat senang."




