Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti menilai belanja gila-gilaan yang dilakukan sejumlah klub Liga Primer Inggris pada bursa transfer musim 2022/23 tidak akan mematikan persaingan di Eropa.
Rekor transfer Inggris untuk hari terakhir jendela Januari saja, dengan kehadiran Enzo Fernandez di Chelsea, mencapai €311 juta. Secara keseluruhan, nilai transfer sepanjang bursa musim dingin tahun ini mencapai €922 juta.
Jumlah itu melampui rekor transfer musim dingin 2018 yang mencapai €468,5 juta. Bila digabung dengan belanja pemain di dua jendela transfer pada musim 2022/23, klub Inggris menghabiskan total sekitar €3,1 miliar.
Kendati demikian, Ancelotti menyatakan, mendatangkan pemain dengan nilai transfer besar tidak akan membuat klub Inggris bersaing dengan mudah. Ancelotti berkaca dari dua kompetisi Eropa tahun lalu, Liga Champions dan Europa League.
“Kita semua tahu apa yang terjadi di Liga Primer, hak siar televisi mereka jauh lebih tinggi dibandingkan liga lain. Saya pikir ini akan terus seperti itu. Mereka memiliki keuntungan berada di liga Persemakmuran,” ucap Ancelotti dalam keterangannya kepada wartawan dikutip laman AS.
“Tapi saya tidak berpikir ini akan mengakhiri daya saing yang ada di Eropa. Tahun lalu, baik Liga Champions maupun Europa League tidak dimenangkan oleh tim-tim Inggris. Tapi jelas kompetisi domestik akan menjadi lebih kompetitif dan menyenangkan.”
Gebrakan yang dilakukan klub Inggris berbanding terbalik dengan Madrid. Los Blancos tidak meramaikan bursa transfer. Menurut Ancelotti, Madrid tidak perlu melakukan hal itu, karena perencanaan mereka sudah berjalan dengan baik di awal musim.
“Kami tidak ikut bursa transfer, karena kami menganggap tidak perlu. Jika Anda merencanakan dengan baik dan melaksanakan rencana Anda, tidak perlu terjun ke bursa musim dingin,” ucap Ancelotti.
“Jika harus [terjun], itu karena sesuatu telah terjadi. Kami berpikir tidak perlu melakukan intervensi di bursa musim dingin, karena skuad kami baik-baik saja.”




