Fabio Cannavaro Guangzhou Evergrande coronavirusGetty/Goal composite

Fabio Cannavaro: Perangi Virus Corona, Eropa Harus Contoh Tiongkok

Legenda Italia, Fabio Cannavaro mengatakan negaranya dan seluruh Eropa perlu belajar dari Tiongkok dalam usaha memberantas virus corona.

Cannavaro menyampaikan opininya tersebut setelah melihat langsung bagaimana pemerintah Tiongkok memerangi COVID-19 yang kini telah menjadi pandemi global.

Juru taktik berusia 46 tahun tersebut saat ini memang berada di Negeri Tirai Bambu, setelah menjabat sebagai pelatih kepala klub Chinese Super League (CSL), Guanzhou Evergrande sejak 2017 dan sempat menukangi tim nasional Tiongkok pada 2019.

Tiongkok, seperti diketahui, merupakan tempat asal penyebaran virus corona, namun langkah sigap pemerintah mereka dalam melakukan upaya penanggulangan dengan mengisolasi negara selama dua bulan terakhir berbuah manis.

Kini wabah tampak berhasil dikendalikan di sana, sementara di luar Tiongkok justru terjadi peningkatan jumlah kasus yang mencapai 113 kali lipat selama dua pekan terakhir secara total di seluruh dunia.

"Ini adalah pesan positif bagi kami semua orang Italia dan juga dunia. Virus ini bisa diberantas, tapi membutuhkan ketegasan dan organisasi yang hebat," kata Cannavaro kepada La Gazzetta dello Sport.

"Tidak mudah untuk menghadapi monster seperti itu, karena tidak ada kasus serupa sebelumnya. Dan rasa kebersamaan serta nilai dasar kehidupan telah menang. Dengan membutuhkan banyak pengorbanan, pelajarannya jelas bagi seluruh dunia."

"Di Italia, kami memahami virus lebih baik dari kebanyakan, kami di jalur yang benar. Perilaku masyarakat positif, bahkan jika masih ada yang berjuang untuk memahami."

"Ayah saya contohnya, ia tidak cenderung memahami bahwa harus mengubah gaya hidup sehari-hari, demi kesehatan dirinya sendiri dan juga keluarga."

"Ia masih ingin membeli rokok dan mengobrol dengan teman-temannya di sekitar rumah. Saya membuatnya mengerti bahwa ia berisiko terinfeksi dan menulari ibu yang tinggal bersamanya."

Italia menjadi selain Tiongkok sebagai tempat asal yang mencatatkan angka kasus terparah sejauh ini, dengan total 24.747 orang terinfeksi, 1.809 meninggal, sementara 2.335 berhasil sembuh.

Iklan
0