Pelatih Irak U-20 Emad Mohammed menganggap semua calon lawan di Grup A Piala Asia U-20 2023 tidak mudah diatasi, sehingga mereka harus melakukan persiapan secara matang.
Berdasarkan hasil undian, Irak akan bersaing dengan tuan rumah Uzbekistan, Indonesia, dan Suriah. Putaran final Piala Asia U-20 dijadwalkan bergulir mulai 1 hingga 18 Maret.
Indonesia menjadi lawan pertama Irak yang digelar di Stadion Lokomotiv, Tashkent, pada 1 Maret. Selang tiga hari kemudian, mereka menantang Uzbekistan di Stadion Budnyokor, dan di laga pamungkas pada 7 Maret menghadapi Suriah di Stadion Lokomotiv.
Emad mengatakan, Irak tidak boleh menganggap remeh tiga negara yang berada di grup mereka. Apalagi Uzbekistan menyandang status tuan rumah. Sedangkan Indonesia bakal menjadi penyelenggara Piala Dunia U-20 2023.
“Semua tim di grup ini tidak mudah, karena tim kami diundi oleh negara tuan rumah turnamen, Uzbekistan, Suriah dan Indonesia, yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia untuk kategori yang sama,” ucap Emad dikutip laman federasi sepakbola Irak (IFA).
“Kami harus mempersiapkan diri dengan baik untuk turnamen ini dalam segala hal dan lolos dari grup itu.”
Kendati demikian, Emad menyimpan keyakinan mereka lolos dari fase grup. Apalagi turnamen ini juga sekaligus menjadi babak kualifikasi Piala Dunia U-20 zona Asia.
“Target kami adalah lolos dari fase grup yang nantinya menjadi jalan menuju Piala Dunia. Pemain kami akan mendapatkan pengalaman dari turnamen ini,” ucap Emad.
“Kami harus bekerja keras, dan melakukan persiapan dengan baik agar bisa mendapatkan hasil bagus di Piala Asia U-20.”
Sejak pertama kali turnamen ini digelar dengan tajuk Kejuaraan Asia Junior pada tahun 1959, Irak sudah lima kali menjadi kampiun, dua di antaranya juara bersama, yakni pada 1975 dan 1978.
Terakhir kali Irak merasakan gelar juara adalah pada tahun 2000 dengan mengalahkan Jepang 2-1 melalui perpanjangan waktu.
