Pelatih Saigon FC Phung Thanh Phuong mengaku bingung dalam menyusun program untuk menghadapi pertandingan Grup H Piala AFC 2021, termasuk mengatur jadwal keberangkatan ke Singapura.
Saigon masuk ke Grup H bersama wakil Indonesia Persipura Jayapura, Lion City Sailors (Singapura), dan, Kedah Darul Aman (Malaysia). Thanh Phuong mengaku dirinya belum bisa menyusun program tim akibat pandemi virus Corona yang kembali melanda di Vietnam.
Akibat meningkatnya angka kasus pandemi di Negeri Paman Ho, operator Liga Utama Vietnam (VPF) menghentikan sementara kompetisi musim ini yang sudah berjalan selama 12 pekan.
Thanh Phuong mengatakan, ia tidak menghadapi kendala berarti dalam mempersiapkan latihan tim untuk menghadapi Piala AFC. Thanh Phuong sudah memilih Thanh Long Center guna mempersiapkan tim besutannya.
“Setelah pekan ke-13 ditunda, kami memutuskan untuk mengumpulkan pemain di Independence Palace di Ho Chi Minh City. Kamp ini tertutup untuk menjaga kesehatan dan keselamatan pemain,” ujar Thanh Phuong dikutip laman Thanh Nien .
“Selanjutnya kami akan menggelar latihan di Thanh Long Center untuk mempersiapkan diri menghadapi Piala AFC. Semua anggota tim harus mengikuti protokol kesehatan COVID-19. Saigon akan berusaha keras mendapatkan hasil bagus di turnamen ini.”
Hanya saja, permasalahan utama adalah keberangkatan tim ke Singapura, serta pemanggilan dua pemain, yakni penjaga gawang Pham Van Phong dan gelandang Cao Van Trin, ke timnas Vietnam untuk lanjutan laga kualifikasi Piala Dunia 2022 di Uni Emirat Arab (UEA).
Pemerintah Singapura belum lama ini menerapkan kebijakan karantina selama 21 hari kepada pengunjung yang datang dari Vietnam. Situasi ini tentunya memaksa Saigon mencari cara agar mereka tidak perlu menjalani karantina selama tiga pekan.
“Kami belum mendapatkan solusi tentang bagaimana kami bisa melakukan perjalanan ke Singapura. Pandemi membuat semuanya menjadi sangat sulit, sehingga rencana perjalanan tidak mudah disusun,” ucap Thanh Phuong.
“Kami juga belum mendapatkan solusi untuk pemain yang di timnas, apakah mereka terbang langsung dari UEA ke Singapura, atau pulang dulu ke rumah (Vietnam). Tapi jika pulang dulu, tentu harus di isolasi. Kami harus membicarakan masalah ini dengan manajemen untuk mencari cara menyelesaikannya.”
