Serangan dari fans Millonarios dan tembakan gas air mata dari pihak kepolisian membuat sejumlah pemain Boca butuh perawatan tim medis.
Laga leg kedua final Copa Libertadores mengalami penundaan hingga hampir tiga jam setelah bus Boca Juniors rusak parah dirusak fans River Plate dan dua pemain dilarikan ke rumah sakit.
Tensi tinggi terasa di ibu kota Argentina setelah dua tim raksasa Buenos Aires dipastikan bentrok di kompetisi antarklub paling elit di Amerika Latin tersebut.
Banyak pihak merasa lega ketika laga leg pertama berjalan mulus dan tanpa insiden berarti dengan hasil pertandingan imbang 2-2 meski pertandingan ini juga harus ditunda selama 24 jam karena cuaca buruk.
Sayangnya, ketika pasukan Boca sedang dalam perjalanan menuju Monumental situasinya berubah.





Carlos Tevez dan rekan-rekannya disambut oleh lemparan botol dan benda-benda lainnya dari fans River ke arah bus.
Upaya polisi untuk menghalau perusuh membuat situasi lebih buruk. Gas air mata yang ditembakkan masuk ke dalam bus dan berdampak negatif kepada pemain di dalam bus.
Boca pada akhirnya tiba di Monumental dengan bus yang mengalami kerusakan. Sejumlah pemain memperlihatkan tanda-tanda cedera atau sakit karena insiden tersebut.
Salah satu yang paling parah terkena dampaknya adalah gelandang Pablo Perez. Laporan awal menyebutkan mata sang pemain terkena pecahan kaca bus.
Perez dan Gonzalo Lamardo langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat sementara puluhan ribu fans masih memadati Monumental menanti konfirmasi resmi ofisial.
Presidne Daniel Angelici langsung menggelar pertemuan denganpihak River Rodolfo D'Onofrio dan bos CONMEBOL Alejandro Dominguez untuk berdiskusi apakah laga bisa berlangsung di bawah kondisi ini.
TwitterSatu jam penundaan kemudian diumumkan CONMEBOL, 15 menit sebelum jadwal kick-off resmi sebelum penundaan lanjutan diumumkan lagi.
Tim medis CONMEBOL dikabarkan ingin memastikan pasukan Boca bisa bermain setelah mendapat serangan tersebut.
"Pemain dari Boca Juniors mengalami luka robek ringan pada kaki, tangan, wajah dan perut," pernyataan resmi CONMEBOL.
"Dua pemain mengalami cedera pada kornea mata, namun belum bisa dikonfirmasi oleh tim medis kami."
"Berdasar pada situasi ini, kami menganggap dari sudut pandang medis tidak ada alasan laga harus dibatalkan."

Akan tetapi pada akhirnya presiden CONMEBOL memastikan laga ditunda untuk dilangsungkan, Senin (26/11) dini hari WIB.
Semenara itu Tevez mengklaim kedua tim sempat dipaksa bermain meskipun kedua kubu tidak berada dalam kondisi terbaik untuk turun ke lapangan.
"Pertama kami ingin memberitahu keluarga, kami dalam kondisi baik. Kebanyakan dari kami baik. Ada tiga atau empat pemain cedera," ujarnya pada reporter.
"Kami dipaksa untuk memainkan pertandingan ini. Saya baru saja melihat Pablo [Perez] mengalami luka pada bagian mata."
