Pep Guardiola Jack Grealish Manchester City GFXGetty Images

Rekap Bursa Transfer Manchester City: Tanpa Harry Kane, Siapa Takut!

Manchester City layak menyombongkan diri sebagai pemilik salah satu skuad tertangguh di Eropa - terkecuali satu posisi.

Membeli striker baru memang menjadi prioritas, namun, setelah tak bisa mendaratkan Harry Kane dan memilih untuk tak memboyong Cristiano Ronaldo, Pep Guardiola harus bisa bertahan setidaknya hingga Januari tanpa kehadiran striker murni.

Pelatih asal Catalunya itu mengaku bahagia dengan skuadnya dan bahkan mampu menjuarai Liga Primer Inggris musim lalu sekaligus mencapai final Liga Champions meski sering tak dilengkapi dengan No. 9 gara-gara Sergio Aguero yang terus menerus cedera.

Tetapi musim ini akan menjadi ujian yang sesungguhnya, dengan menghadapi Chelsea, Manchester United, dan -- mungkin -- Liverpool yang semakin kuat.

Goal akan menilik berapa nilai yang pantas diberikan kepada Si Manchester Biru di bursa transfer musim panas ini...

Pembelian

Guardiola yakin betul bahwa skuadnya lebih kuat dibandingkan musim kemarin, klaim yang berani mengingat hanya melakukan satu rekrutan besar.

Rekrutan anyar tersebut adalah Jack Grealish, yang dibeli dari Aston Villa dengan mahar pemecah rekor transfer sepakbola Inggris: £100 juta!

Pun kehadirannya memang dinanti, kepiawaiannya dalam menyerang dan membawa bola menjadikannya pemain Villa paling mengancam di usia matangnya, 25 tahun.

Grealish dan Kane memang dua target utama City, sehingga kegagalan membeli striker Tottenham itu akan menimbulkan rasa frustrasi.

Kane adalah jaminan gol, ia mampu membawa City ke level yang lebih dahsyat lagi. Namun gara-gara situasi kontraknya yang masih berdurasi tiga tahun, posisi tawar Spurs terlalu kuat untuk bisa diluluhkan gelontoran uang Sheikh Mansour.

Apalagi mengingat Daniel Levy -- presiden Tottenham -- terkenal sebagai negosiator ulung, kans The Citizen mencaplok kapten Inggris itu memang tak pernah bagus-bagus amat.

Meski terang-terangan ingin cabut, Kane hanya bisa pasrah dan City juga tak memiliki plan B yang dianggap cukup setara.

Awalnya memang ogah, tetapi City sempat mempertimbangkan ulang saat Ronaldo kembali ditawarkan, sayang ia akhirnya memilih untuk pulang ke sang tetangga, Manchester United.

Harry Kane Tottenham GFXGetty Images

Saat Lionel Messi pergi dari Barcelona, City yang sudah mengaku tertarik selama beberapa tahun terakhir malah memilih bergeming dan harus melihat sang megabintang berseragam Paris Saint-Germain.

Guardiola boleh menyombongkan serdadu penyerangnya, tetapi rasanya tak mudah untuk mengulangi kesuksesan tanpa sosok striker murni.

Penjualan

Hanya dua nama yang pergi dari skuad utama musim lalu, yakni Aguero dan Eric Garcia. Meski keduanya dilepas secara cuma-cuma, City masih mendapatkan segelintir uang dari penjualan pemain-pemain lapis ketiga.

Kehilangan striker terhebat sepanjang sejarah klub jelas berat bagi para penggemar, tetapi dampaknya kepada tim ternyata tidak separah yang dibayangkan. Aguero sering sakit-sakitan dan cedera selama musim terakhirnya di Etihad Stadium, tetapi City kuat-kuat saja, tuh, tanpa kehadirannya.

Guardiola sebenarnya lebih suka jika Garcia bertahan, tetapi bek asal Spanyol itu secara tegas tak akan memperbarui kontrak karena ia ingin pulang ke Barcelona.

Yang justru jadi sorotan adalah bahwa City bisa mempertahankan beberapa pilar-pilar kesuksesan musim lalu setelah Guardiola mengonfirmasi ada "dua atau tiga pemain" yang ingin mencari tantangan baru.

Duet John Stones dan Ruben Dias di lini belakang tangguh bukan main musim lalu, namun Aymeric Laporte tak patah arang dan akan berusaha merebut kembali posisinya di tim utama.

Bernardo Silva, Raheem Sterling, dan Gabriel Jesus juga diisukan akan pergi, tetapi ketiganya akan menetap dan telah menunjukkan kehebatannya dalam pekan-pekan awal musim ini.

Pembaruan

Mungkin langkah terbaik City di bursa transfer kali ini justru adalah saat mereka sukses memperpanjang kontrak pemain-pemain senior.

Dias langsung menyulap lini belakang City dengan kepemimpinan dan kualitasnya di musim debutnya setelah diboyong dari Benfica awal musim lalu. The Citizen melihatnya sebagai aset penting dan telah mengganjarnya dengan kontrak anyar yang berdurasi hingga enam tahun.

Ruben Dias Manchester City GFXGetty Images

Come back partnernya, Stones, juga semakin paripurna setelah meneken kontrak baru berdurasi lima tahun hingga 2026, sedangkan sang kiper Ederson juga resmi memperbarui komitmennya bersama City hingga 2027.

Dengan kontrak Kevin De Bruyne juga telah diperpanjang akhir musim kemarin, dan tawaran telah diajukan kepada Phil Foden, masa depan pilar-pilar City sudah diamankan.

Fernandinho juga habis kontrak akhir musim lalu tetapi akhirnya diperpanjang setahun meski dilirik klub dari negaranya di Brasil.

Mengikat pemain kunci dengan kontrak jangka panjang tak bisa dianggap remeh, apalagi mengingat dampak pandemi Covid-19 terhadap keuangan di sepakbola dan pemain seperti Kylian Mbappe dan Paui Pogba tak ragu menghabiskan kontraknya setelah melihat Messi, Gianluigi Donnarumma, dan Memphis Depay hijrah secara cuma-cuma.

City juga berharap pemain-pemain akademi bisa mengikuti jejak Foden, dengan calon bintang masa depan Cole Palmer dan Liam Delap telah meneken kesepakatan baru.

Nilai akhir - B

Tak mudah mengabaikan ketidakmampuan City menambal lini depan, tapi pasukan Guardiola masih menjadi salah satu yang terbaik. Tim ini cukup bagus untuk juara Liga Primer tanpa susah payah musim lalu dengan Ilkay Gundogan, Joao Cancelo, dan Riyad Mahrez tampil ciamik.

Ditambah Grealish, bukan tak mungkin City kembali mengulangi pencapaian musim lalu saat merajai Inggris dengan jarang menurunkan striker murni.

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0