Burnley resmi memecat Sean Dyche setelah 10 tahun masa bakti sang manajer, Jumat (15/4).
The Clarets di ambang degradasi. Ben Mee dkk kini menempati urutan ke-18 klasemen sementara alias terpaut empat poin dari zona aman yang diduduki Everton.
Burnley hanya memenangkan satu dari tujuh pertandingan terakhir di Liga Primer Inggris. Terbaru, mereka dikalahkan sesama tim pejuang zona merah Norwich 2-0, akhir pekan lalu.
Tanpa Dyche, pelatih tim U-23 Mike Jackson, yang dibantu direktur akademi Paul Jenkins, pelatih kiper U-23, Connor King, dan kapten klub Mee telah diminta untuk memimpin skuad jelang laga kontra West Ham, Minggu (17/4).
Dyche kini bukan lagi manajer terlama di Liga Primer, setelah melatih Burnley hampir satu dekade. Setelah bergabung dengan staf pelatih timnas U-21 Inggris pada September 2012, ia ditunjuk Burnley sebagai pengganti Eddie Howe yang hengkang pada Oktober di tahun tersebut.
Pelatih berusia 50 tahun itu mampu membawa Burnley meraih dua kali promosi dari Championship, dengan pencapaian terakhir terjadi pada musim 2015/16.
Setelah meneken kontrak baru berdurasi empat tahun pada September 2018, Dyche mengantar Burnley finis di posisi ketujuh. Pencapaian tersebut bikin The Clarets mengamankan tiket ke Liga Europa untuk kali pertama dalam 51 tahun dan mencapai finis terbaik sejak 1974!
Dengan bujet transfer ekstra mimin dai musim ke musim, Burnley mencapai finis di 10 besar lainnya pada edisi 2019/20, meski berakhir di peringkat ke-17 musim lalu.
Adapun dalam delapan laga tersisa, Burnley masing-masing bakal menghadapi: West Ham, Southampton, Wolves, Watford, Aston Villa [kandang & tandang], Spurs, dan Newcastle.


