Kepolisian Inggris telah menghentikan proses investigasi terhadap spanduk rasisme "White Lives Matter Burnley"yang dibentangkan di Etihad Stadium, markas Manchester City, Selasa (23/6) dini hari WIB, dan menyebutkan tidak ada pelanggaran pidana.
Pihak berwenang wilayah Lancashire mengumumkan niat mereka untuk menyelidiki insiden tersebut, yang menutupi berita kemenangan City 5-0 atas Burnley dalam lanjutan Liga Primer musim ini, namun tidak akan mengajukan tuntutan hukum untuk saat ini.
Kepala Polisi, Supt Russ Procter mengatakan: "Kepolisian Lancashire telah bekerja sama dengan Kepolisian Manchester Raya, Otoritas Penerbangan dan Layanan Penuntutan Mahkota mengenai spanduk 'White Lives Matter' yang diterbangkan di atas Etihad Stadium."
"Setelah menilai semua informasi yang berkaitan dengan insiden tersebut, kami telah menyimpulkan bahwa tidak ada pelanggaran pidana untuk saat ini. Kami akan terus bekerja dengan mitra kami di klub sepakbola dan juga otoritas lokal."
Selepas pertandingan, Burnley mengutuk insiden tersebut, yang terjadi hanya beberapa saat setelah klub melakukan aksi berlutut untuk mendukung gerakan Black Lives Matter.
Kapten Burnley, Ben Mee, secara terang-terangan mengaku kecewa dan malu atas aksi oknum yang membawa spanduk itu.
"Kami benar-benar mendengarnya ketika kami keluar [dari lorong stadion]. Kami mendengar beberapa omongan bahwa ini akan terjadi," kata Mee.
"Klub berusaha untuk menghentikannya, namun saya pernah mendengar ada beberapa orang yang memang merancang hal tersebut. Saya harap ini tidak terjadi lagi."
"Saya malu dan kecewa karena tindakan itu dikaitkan dengan klub, klub saya, dan itu bukan sesuatu yang ingin kita lihat dalam pertandingan ini."
Burnley sendiri menyatakan pesawat yang digunakan untuk membentangkan spanduk rasisme itu diterbangkan dari bandara terdekat, Blackpool dan berjanji akan mencekal suporter yang terbukti bertanggung jawab atas aksi tersebut.




