DFL selaku operator kompetisi sepakbola di Jerman mengatakan terdapat 10 kasus positif virus corona di dua kasta teratas, menyusul konfirmasi dari pihak FC Koln yang mengungkapkan tiga anggota staf mereka dinyatakan terinfeksi virus tersebut pada akhir pekan kemarin.
Rencana untuk melanjutkan kampanye musim ini pada akhir Mei telah ditegaskan oleh pemerintah Jerman, dengan semua jadwal yang tersisa dari musim 2019/20 kemungkinan akan digelar tanpa penonton.
Bundesliga bakal liga top pertama di Eropa yang akan kembali beraksi di tengah pandemi COVID-19, namun proposal awal menggulirkan kembali liga pada 23 Mei mungkin akan dimundurkan setelah kemunculan kasus terbaru.
DFL mengonfirmasi bahwa 10 orang dari dua divisi teratas di Jerman telah dinyatakan positif terpapar COVID-19, dan sekarang akan kembali menjalani masa karantina selama 14 hari.
Operator liga tersebut juga merilis validasi atas berita tersebut setelah melakukan tes massal terhadap 1724 orang di tengah upaya mereka untuk kembali menggelar kompetisi musim ini.
"Sebagai bagian dari gelombang pertama, total 1724 tes telah dilakukan di 36 klub Bundesliga dan 2.Bundesliga sejak Kamis lalu. Sampel dari pemain dan anggota tim lainnya seperti staf pelatih dan fisioterapis telah diambil dan diperiksa oleh lima laboratorium spesialis di seluruh Jerman," bunyi rilis DFL.
"Sepuluh kasus infeksi terungkap dan dilaporkan ke otoritas kesehatan. Langkah-langkah seperti isolasi dari orang-orang yang terinfeksi, termasuk diagnostik lingkungan, dilakukan langsung oleh masing-masing klub sesuai dengan protokol dari otoritas kesehatan setempat."
Selanjutnya, DFL akan menggelar tes massal gelombang kedua guna memastikan lebih lanjut kondisi kesehatan para pemain dan anggota klub lainnya.


