Budiardjo Thalib - PSM MakassarGelora Trisula Semesta

Buka Lowongan, Sriwijaya FC Diserbu Pelatih Lokal & Asing

Pengumuman pembukaan lowongan untuk melatih Sriwijaya FC di Liga 2 musim 2021 mulai mendapat sambutan setelah manajemen tidak memperpanjang kontrak Budiardjo Thalib, karena dianggap tak memiliki lisensi sesuai standar yang diinginkan klub.

Manajemen kini sedang mencari pelatih dengan persyaratan tertentu. Mereka juga sudah mencantumkan nomor telepon dan alamat surat elektronik (email) untuk menampung surat lamaran bagi pelatih yang memenuhi persyaratan utama.

Manajer Sriwijaya FC Muhammad Fadli mengungkapkan, ada beberapa nama yang telah menyampaikan surat lamaran. Dari sejumlah lamaran yang masuk, Fadli menyebutkan dua nama, yakni mantan arsitek Persipura Jayapura Wanderley Junior, serta Abdul Rahman Gurning (PSMS).

“Semua lamaran pelatih yang masuk akan kami seleksi, dan dijadikan pembanding antara satu pelatih dan pelatih yang lain. Saya juga berkomunikasi terus dengan direktur teknik Sriwijaya FC. Kalau sudah progres, pasti dikabari. Ada beberapa pelatih yang sudah komunikasi,” jelas Fadli diwartakan laman Sriwijaya Post.

Sriwijaya FC menggaet Budiardjo musim lalu setelah tenaga sang pelatih tidak dipakai Persik Kediri yang promosi ke Liga 1. Hanya saja, kinerja Budiardjo belum terlihat, karena Liga 2 dihentikan akibat pandemi virus Corona.

Wanderley Junior - Perseru SeruiAbi Yazid / Goal

Salah satu alasan manajemen Sriwijaya FC tidak memperpanjang kontrak Budiardjo disebabkan sang pelatih hanya memiliki lisensi B AFC.

“Berdasarkan hasil rapat beberapa waktu lalu dengan manajemen Sriwijaya FC, kami tidak memperpanjang lagi kerja sama dengan Budiarjo Thalib di tahun 2021,” ucap Fadli melalui akun Instagram resmi klub.

“Terima kasih kepada coach Budi yang sudah bersama-sama membangun Sriwijaya FC di tahun 2020. Selanjutnya, manajemen menargetkan pelatih dengan lisensi A Pro atau A AFC.”

Fadli menambahkan, kehadiran pelatih dengan lisensi mumpuni ini diharapkan dapat membawa Sriwijaya FC kembali bersaing di kompetisi sepakbola kasta tertinggi di Indonesia pada 2022.

“Kami mohon dukungan suporter dan masyarakat Sumatera Selatan semoga apa yang kita inginkan mengembalikan Sriwijaya FC ke Liga 1 pada 2022 dapat tercapai,” ucap Fadli.

Sementara itu, dalam beberapa unggahan yang muncul di media sosial, Sriwijaya FC akan bergabung di Grup D Piala Menpora. Dalam unggahan itu, ada dua alternatif pelaksanaan Piala Menpora.

Skema pertama adalah pertandingan Grup D berlansung di Malang, yang diikuti Arema FC, PSIS Semarang, Barito Putera, TIRA Persikabo, serta Sriwijaya FC. Sedangkan dalam skema alternatif, Palembang menjadi tuan rumah.

SIMAK JUGA: BERITA SEPAKBOLA NASIONAL!

Iklan
0