Berita Live Scores
Parma

'Mata Duitan, Jangan Pulang Sebagai Pahlawan!' - Ultras Parma Tolak Gianluigi Buffon

21.59 WIB 18/06/21
buffon
Suporter fanatik Parma tidak suka dengan kepulangan Buffon karena masih sakit hati dengan kepergiannya ke Turin dua dekade silam.

Kabar kepulangan Gianluigi Buffon rupanya tidak bisa diterima dengan baik oleh semua pihak, khususnya ultras atau tifosi garis keras Parma telah menyuarakan penolakan mereka.

Kiper veteran berusia 43 tahun itu resmi kembali ke Stadio Tardini untuk musim 2021/21, di mana ia akan bermain di Serie B.

Buffon melakoni debutnya di Serie A ketika berada di Parma pada 1995, namun meninggalkan klub pada 2001 untuk bergabung dengan Juventus dengan rekor transfer €50 juta.

Parma mengumumkan kepulangan Buffon, Kamis (17/6) kemarin, namun langkah sang juara Piala Dunia 2006 bersama Italia itu mendapat reaksi negatif dari kelompok ultras Ducali yang bernama 'Boys'.

Mereka sampai membentangkan spanduk di depan Stadio Tardini, yang berbunyi: "Anda pergi sebagai mata duitan, jangan kembali sebagai pahlawan. Hormati jersey ini."

Foto spanduk tersebut dibagikan di halaman Facebook resmi Boys yang menuai ratusan komentar, namun kebanyakan dari mereka mendukung kepulangan Buffon.

"Dua puluh tahun yang lalu Anda berjanji kepada kami bahwa Anda tidak akan pernah memakai kostum ta*i [Juventus] itu," lanjut tulisan mereka di media sosial.

"Tiga minggu setelah [lawan] Australia Anda menandatangani kontrak dengan 'Gobbi' [Juventus, klub paling dibenci di Italia]. Sekarang Anda kembali ke satu-satunya klub yang memungkinkan Anda juara di Eropa. Setelah semua ini, kami hanya dapat memberi tahu Anda bahwa Anda adalah pria kerdil. Hormati jersey dan Forza Parma.'"

Ya, meski bergelimang prestasi bersama Juventus di antaranya memenangkan 10 Scudetto Serie A, trofi Eropa di luar jangkauannya dengan sebatas hanya tiga kali menjadi runner-up Liga Champions ketika berkostum Bianconeri.

Trofi Eropa terakhir yang dimenangkan Buffon justru menjadi satu-satunya koleksi yang dimilikinya dan itu didapatnya saat bermain untuk Parma, tepatnya Piala UEFA musim 1998/99.