Berstatus sebagai pelatih baru Persik Kediri, Budi Sudarsono tidak bakal membuat timnya bermain aman. Ia ingin membawa Macan Putih, menempati papan tengah klasemen akhir Liga 1 musim ini.
Posisi juru formasi Persik sebelumnya dipegang Joko Susilo. Akan tetapi, manajemen mengubah jabatannya menjadi direktur teknik jelang kembali bergulirnya Liga 1 musim ini.
Bagi Budi, menukangi klub di kompetisi kasta teratas Tanah Air, merupakan sesuatu yang baru. Sebelumnya sosok berusia 40 tahun tersebut membesut klub Liga 3 PS Batam.
"Saya punya mimpi sendiri, punya target sendiri. Kalau sebelumnya target dari manajemen hanya bertahan setelah promosi, saya ingin tim berada di papan tengah," ujar Budi.
Demi mewujudkan ambisinya, Budi menyatakan tidak bakal mengubah banyak timnya. Ia melanjutkan gaya permainan yang sudah diterapkan Joko pada klub asal Jawa Timur tersebut.
"Karena tidak memegang tim sejak dari awal. Kalau diubah nanti butuh waktu lagi untuk adaptasi," ucap eks Persija Jakarta tersebut.
Selain itu, Budi mengungkap tidak merasa terbebani dengan nama besar Persik, yang pernah juara dua kali di kompetisi strata tertinggi Indonesia. Ia siap memberikan seluruh kemampuan terbaik yang dimilikinya.
"Saya tahu itu. Tapi kalau tidak sekarang, kapan saya bisa terjun. Selagi ada kesempatan," ujarnya.
Abi Yazid / GoalDijadwalkan lanjutan Liga 1 musim digelar pada 1 Oktober mendatang. Kepastian tersebut didapatkan usai PT Liga Indonesia Baru (LIB) menerbitkan surat bernomor 244/LIB-COR/VII/2020, yang dikirimkan kepada seluruh klub beberapa waku lalu.
Semua pertandingan dilangsungkan di Pulau Jawa dan tanpa penonton dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Klub juga tidak ada yang turun kasta untuk musim depan.
Sebelum kompetisi dihentikan pada pertengahan Maret lalu, Persik menuai hasil yang kurang baik. Kesebelasan yang identik dengan warna ungu tersebut belum meraih satu pun kemenangan dari tiga pertandingan yang sudah dimainkan.
Persik menahan Persebaya Surabaya dan Bhayangkara FC dengan skor identik 1-1. Serta satu pertandingan lainnya Faris Aditama dan kawan-kawan dikalahkan Persiraja Banda Aceh satu gol tanpa balas.
Hasil tersebut membuat Persik untuk sementara menduduki posisi 13 klasemen. Kesebelasan yang didirikan pada 1950 tersebut tertinggal tujuh poin dari Persib Bandung yang berada di pucuk mengoleksi sembilan angka.


