Bruno Fernandes Erik ten Hag 2022-23Getty Images

Bruno Fernandes Sebut Gaya Melatih Erik Ten Hag Mirip Pep Guardiola & Jurgen Klopp

Gelandang Manchester United Bruno Fernandes menilai gaya melatih Erik ten Hag hampir mirip dengan manajer Liverpool Jurgen Klopp dan arsitek Manchester City Pep Guardiola.

Ten Hag didatangkan ke Manchester pada awal musim ini untuk menggantikan Ole Gunnar Solksjaer yang dianggap gagal total membawa The Reds meraih hasil meyakinkan pada 2021/22.

Setelah kalah di dua laga pertama Liga Primer 2022/23, Ten Hag mengubah United menjadi tim yang solid. Mereka sukses meraih empat kemenangan, dua di antaranya dari Liverpool dan Arsenal.

Fernandes merasa terkesan dengan gaya melatih yang diperlihatkan eks juru taktik Ajax Amsterdam tersebut. Menurut Fernandes, sikap disiplin sangat diutamakan di era Ten Hag.

“Pertama-tama, dia [manajer yang] punya ide. Dia memiliki gaya. Anda harus mengikuti aturannya. Dia sangat ketat tentang itu, dan saya suka itu,” ungkap Fernandes dalam wawancaranya dengan The Athletic dikutip laman Manchester Evening News.

“Dia telah membawa disiplin ke dalam tim, yang menurut saya merupakan sesuatu yang hilang di era sebelumnya. Semua orang orang harus berada di halaman yang sama.”

“Itu yang dilakukan Pep dan Klopp selama bertahun -tahun, sehingga mereka memiliki stabilitas di klub, serta cara mereka memilih [pemain] di bursa transfer dan membangun tim. Itu sangat penting untuk mendapatkan ganjaran yang setimpal.”

Fernandes menambahkan, Ten Hag tidak pernah asal dalam menentukan komposisi pemain di setiap pertandingan. Pemain asal Portugal ini meyakini Unied akan jauh lebih solid lagi seiring berjalannya waktu.

“Saya melihat manajer berbicara di sesi jumpa wartawan bahwa kami tidak ingin membawa pemain hanya sekadar karena ingin membawa mereka, melainkan membawa pemain untk apa yang akan kami lakukan di pertandingan. Itu sesuatu yang dibutuhkan klub,” tutur Fernandes.

“Kami masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki, dan dia membutuhkan waktu untuk memaksimalkan semua pemain berdasarkan ide permainannya. Saya meyakini kami akan mencapai ke titik di mana dia membuat tim lebih stabil, dan semua orang berada di jalur yang sama.”

Iklan
0