Presiden federasi sepakbola Brunei Darussalam (FABD) Pangeran Haji Matasan menginginkan skuad Tebuan bisa terinspirasi sejumlah kejutan yang diperlihatkan tim underdog di Piala Dunia 2022.
Brunei kembali ke panggung Piala AFF setelah terakhir kali merasakannya di edisi 1996. Brunei berada di grup tidak mudah, karena bergabung bersama Thailand, Indonesia, Filipina, dan Kamboja.
Kendati demikian, Matasan tidak ingin berkecil hati, dan berharap skuad besutan Mario Rivera mampu menghadirkan kejutan seperti yang dilakukan Arab Saudi, Jepang, Korea Selatan, dan Maroko.
Sejumlah tim asal Asia membuat kejutan di fase grup ketika Arab Saudi mengalahkan Argentina, Jepang menaklukkan Jerman dan Spanyol, serta Korea Selatan menundukkan Portugal.
Selain itu, Maroko yang tidak diunggulkan juga membuat kejutan besar setelah mereka menembus ke semi-final dengan menghentikan Spanyol dan Portugal, sebelum akhirnya dikalahkan Prancis.
“Tim kami harus meniru permainan dengan hati yang diperlihatkan beberapa tim underdogs [di Piala Dunia], serta menunjukkan kepercayaan diri. Saya yakin pelatih bisa membuat tim ini menunjukkan performa yang kredibel,” ujar Matasan dikutip laman Borneo Bulletin.
Brunei akan mengawali perjalanan di Piala AFF dengan menghadapi Thailand, Selasa (20/12) malam WIB, di Stadion Kuala Lumpur, Malaysia. Walau begitu, Matasan berharap itu tidak memengaruhi performa tim.
“Sangat disayangkan kami tidak bisa memainkan pertandingan kandang di kandang sendiri. Namun, hal ini tidak boleh menyurutkan semangat kami untuk memberikan yang terbaik,” tegas Matasan.
Di lain kubu, gelandang Thailand Sarach Yooyen tidak memandang remeh Brunei, walau laga ini dianggap sebagai kesempatan untuk memadukan permainan setelah mereka dikalahkan Cina Taipei 1-0 dalam pertandingan uji coba terakhir.
“Kondisi tim sedang bagus setelah melakukan dua uji coba. Secara keseluruhan, performa tim masih perlu perbaikan. Kami sudah saling bicara dan membahas kesalahan yang terjadi,” ucap Sarach dikutip laman federasi sepakbola Thailand (FAT).
“Kami sudah melihat dan mempelajari permainan Brunei. Terpenting kami harus bisa saling memahami, dan melakukan yang terbaik. Ini menjadi kesempatan bagi pemain baru untuk menunjukkan kualitas.”
