OLEH DONNY AFRONI
Permainan keras dan kasar yang mewarnai Liga 1 tidak menyurutkan mental rekrutan anyar PSM Makassar Bruce Djite. Striker berpaspor Australia ini mengaku sudah siap menghadapi segala kemungkinan.
PSM mengontrak Djite dua musim untuk mengisi slot pemain asing asal Asia. Kehadiran Djite juga diharapkan menjaga barisan depan PSM tetap tajam setelah Pavel Purishkin tak diperpanjang kontraknya, dan Ferdinand Sinaga hengkang ke Malaysia.
Sebagai striker, Djite dipastikan bakal menjadi target pemain belakang lawan untuk dimatikan. Tidak jarang upaya tersebut membuat penyerang mengalami cedera. Namun Djite tidak mengkhawatirkan hal itu. Fokus utama Djite saat ini adalah beradaptasi dengan tim selama menjalani pemusatan latihan (TC) di Bali.
“Saya siap menjalani liga keras, dan saya pernah bermain di Turki, Tiongkok, dan Korea. Saya menyadari kemungkinan yang muncul,” tegas Djite.
“Saya akan melaluinya secara bertahap, dan saya ingin mengetahui rekan-rekan saya. Saya berharap di Bali bisa meningkatkan kebugaran saya, dan permainan tim. Saya akan berusaha secepat mungkin beradaptasi.”
Sepanjang karir profesionalnya, Djite belum pernah mencicipi kompetisi di Indonesia. Hanya saja, sejumlah masukan yang diterimanya membuat pemain berusia 30 tahun ini mengambil keputusan bermain di Liga 1.
“Saya punya teman yang juga berkecimpung di dunia sepakbola. Saya banyak mendapatkan informasi sepakbola di Indonesia, termasuk hal spesifik tentang Makassar. Dia memberikan masukan yang bagus, dan itu memberikan pengaruh terhadap keputusan saya,” tutur Djite.



