Brighton & Hove Albion mengonfirmasi kasus pemain ketiga mereka yang terpapar virus corona, ungkap pimpinan eksekutif klub Paul Barber.
Maret lalu, Brighton menyatakan bahwa terdapat tiga pemain telah menjalani tes setelah menunjukkan gejala COVID-19, namun hanya satu yang terbukti positif. Sementara itu, ada pemain lain yang kemudian didiagnosis positif setelah tes pada April kemarin.
Dengan demikian, para pemain yang telah dinyatakan positif mengidap virus akan menjalani masa isolasi selama 14 hari.
"Ini suatu masalah," ungkap Barber kepada Sky Sports, Minggu (10/5).
"Sayangnya, kami memiliki pemain ketiga yang menjalani tes dan terbukti positif kemarin [Sabtu], jadi terlepas dari semua tindakan pencegahan yang telah kami lakukan selama beberapa pekan terakhir, di mana para pemain sama sekali tidak menjalani sesi latihan signifikan, kami masih mengalami kasus positif lain setelah menjalani tes."
"Jadi ada kekhawatiran dan saya pikir itu normal bagi semua klub untuk mengalami itu. Kami ingin memastikan bahwa kami telah melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan seluruh protokol diterapkan dan aman serta terjamin sehingga bisa mengurangi risiko sebisa mungkin."
Terlepas dari kasus yang ada, para penggawa Brighton akan terus menjalani latihan individu di kompleks klub.
Aktivitas sepakbola profesional di Inggris telah dihentikan sejak 13 Maret lalu tanpa batas waktu karena pandemi virus corona.
Sejauh ini, terdapat wacana untuk mengupayakan agar Liga Primer musim ini bisa dilanjutkan setidaknya mulai Juni mendatang dengan beberapa opsi, salah satunya tanpa penonton di tempat netral.
Hanya saja, dengan kasus terbaru yang dialami oleh Brighton, kemungkinan bisa mengancam nasib kelanjutan kompetisi kasta tertinggi Inggris tersebut.


