Bruno Fernandes Marcus Rashford Aaron Connolly Man Utd Brighton 2020-21 GFXGetty/Goal

Perampokan Di Siang Bolong: Pencurian Terbesar Sepanjang Sejarah Liga Primer Inggris Oleh Man Utd

"Kami lolos yang satu ini," ujar Ole Gunnar Solskjaer di BT Sport setelah Manchester United menang 3-2 di markas Brighton. 

Pasukan juru taktik asal Norwegia ini tidak sekadar lolos tetapi ini perampokan di siang bolong. 

United mencuri tiga poin - kemenangan pertama musim ini - dengan cara yang tidak pernah dibayangkan oleh siapapun. Bruno Fernandes mencetak gol di injury-time setelah wasit membunyikan peluit tanda bubaran laga. Luar biasa!

Sebuah pertandingan gila, klasik, di mana tim tamu sebenarnya terdesak sejak menit pertama hingga akhir. 

Bos Brighton Graham Potter menyebut hasil ini sebagai 'pukulan telak' dan siapapun pasti setuju dengan pendapatnya. 

Brighton menyuguhkan performa gemilang, sarat energi dan mengasyikkan. Brighton mencatat 18 tembakan, sementara United lima. 

Solskjaer memuji karakter yang diperlihatkan timnya tetapi penampilan mereka sebenarnya jauh dari harapan. Menang ketika tampil buruk adalah ciri-ciri sebuah tim jempolan tetapi yang satu ini benar-benar buruk. 

Lima peluang Brighton digagalkan tiang gawang - terbanyak sejak dilakukan pencatatan pada 2003/04 - sementara United tidak memperlihatkan perubahan setelah dikalahkan Crystal Palace. Mereka minim intensitas, agresi dan kecepatan dalam permainan. 

Potter berhasil menyusun permainan yang menarik dan United tidak kuasa menghadapi efektifitas sistem tuan rumah. Dua kali dalam tujuh hari, United berhasil membuat tim yang menuntaskan kompetisi di peringkat 14 dan 15 terlihat seperti Bayern Munich. 

Untuk kali ini, mereka tidak punya alasan apapun!

Aksi menawan Manchester City lawan Wolves telah menumpulkan argumen Solskjaer yang menyebut kurangnya persiapan pramusim telah berpengaruh terhadap tim-tim yang masih berlaga di Eropa hingga Agustus. 

Bahkan sebelum kick-off, mantan striker United itu mengakui timnya masih berusaha mengembalikan kebugaran dan ketajaman setelah berlatih keras selama tujuh hari ditambah satu laga di Piala Liga pada pertengahan pekan. 

United memang terlihat fresh di pesisir selatan. 

Neal Maupay Brighton Manchester United 2020-21 GFXGetty/Goal

Solskjaer menurunkan starting XI favoritnya yang bermain impresif ketika menghabisi Brighton 3-0 pada Juni lalu. Tetapi Potter telah memprediksi pergerakan dan strategi United. Formasi tiga bek sering berganti menjadi lima setiap United menyerbu ke depan. United tidak punya ruang, pergerakan trio penyerang si Setan Merah tersendat terutama di babak pertama. 

Ketika United kesulitan membongkar pertahanan Brighton, tim tuan rumah tahu betul apa yang harus dilakukan. Full-back Tariq Lamptey dan March bergerak ke depan untuk menghadirkan masalah dan memaksa United melakukan sederet kesalahan. 

Dalam satu adegan, satu kesalahan yang dipadukan oleh kecepatan di sisi lainnya telah membuat Brighton membuka gol. Aaron Wan-Bissaka selalu kerepotan menghadapi tekanan hebat Brighton lalu Bruno Fernandes menjatuhkan Lamptey di kotak terlarang. 

Setelah pertandingan bintang Portugal itu mengakui seharusnya bisa mengambil keputusan yang lebih baik tetapi ini sejatinya kesalahan tim. Maupay lalu melakukan tembakan Panenka untuk mengelabui David de Gea yang gagal menyelamatkan 19 penalti sebelumnya di liga. 

United beruntung bisa menyamakan kedudukan sebelum masa rehat. Lewis Dunk mencetak gol bunuh diri yang merupakan kekecewaan pertama Brighton. 

Solskjaer menuntut perubahan pada tim di paruh kedua dan gol dihadirkan United hanya sepuluh menit setelah restart. 

Bola sempurna Fernandes diburu Rashford di sisi kiri dan pemain timnas Inggris itu berlari kencang ke kotak penalti untuk menghadirkan keunggulan bagi United. 

Marcus Rashford Brighton Manchester United 2020-21 GFXGetty/Goal

Gol ini adalah reaksi positif dari sang penyerang bagi para peragu. 

Setelah unggul, United kembali kerepotan meladeni Brighton. Aksi March dan Leandro Trossard digagalkan tiang. Tim tamu terus terdesak. 

United seharusnya mencari gol yang bisa menghabisi harapan Brighton namun  mereka justru menambah pemain di belakang sehingga mengundang lawan untuk terus menggempur. 

Sulit dipercaya, Donny van de Beek yang dipuji Solskjaer harus menunggu hingga menit 91 untuk memasuki lapangan. Sang manajer menjadikannya sebagai tenaga tambahan untuk bertahan. Fred masuk menggeser Paul Pogba dan Eric Bailly menggantikan Mason Greenwood. 

Benteng pertahanan United seperti tidak belajar cara menutup ruang sehingga tidak mengherankan jika gol penyama kedudukan diciptakan March yang tidak terkawal.

Dengan laga yang tinggal menyisakan waktu tambahan, raihan satu poin seperti sudah berada di depan mata United namun handball Maupay membuat pasukan Solskjaer membawa pulang tiga poin penuh. 

Chris Kananagh sebenarnya telah meniupkan peluit tanda bubaran pertandingan namun dia kemudian memeriksa VAR lalu menunjuk titik putih. Fernandes yang tidak pernah gagal mengeksekusi penalti sejak 2016 dengan jitu menuntaskan tugasnya. 

Tiga poin diraih pasukan Solskjaser namun ketidakpastian masih menghinggapi United. Pekerjaan besar masih menanti mereka sebelum menjamu Tottenham Hotspur di Old Trafford pada pekan depan. 

Untuk sekarang, United boleh tersenyum lebar setelah berhasil melakukan perampokan terbesar sepanjang sejarah Liga Primer Inggris.

Iklan
0