Leganes, melalui direktur umum mereka, Martin Ortega mengeluh bahwa langkah Barcelona yang bisa merekrut Martin Braithwaite tidak adil dan merugikan klubnya.
Barcelona mendapat izin untuk melakukan transfer darurat di luar jendela perekrutan resmi dari Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF), setelah Ousmane Dembele harus absen selama enam bulan serta Luiz Suares yang menepi sedikitnya untuk empat bulan ke depan.
Peraturan khusus itu membuat Blaugrana bisa merekrut incaran mereka asal sesama klub Spanyol atau bebas agen dengan jangka waktu 15 hari. Sejumlah pemain seperti Inaki Williams, Angel Rodriguez, Roger Marti dan Lucas Perez pun dikaitkan dengan potensi pindah ke Camp Nou.
Pada akhirnya Braithwaite menjadi pilihan Barcelona, yang menebusnya klausul rilisnya dari Leganes sebesar €18 juta, Kamis (20/2).
Penyerang berusia 28 tahun itu mengikat kontrak hingga 2024 bersama kampiun La Liga, namun Ortega mempertanyakan keputusan RFEF yang mengizinkan Barcelona untuk melakukan perekrutan semacam itu ketika musim mau memasuki fase krusial.
Leganes tidak berdaya untuk mencegah kepertian Braithwaite dan mereka merasa diperlakukan tidak adil karena tidak mendapat kesempatan untuk mencari pengganti sang pemain, di saat mereka tengah berjuang untuk bertahan di La Liga.
"Kami menganggap aturan tersebut tidak adil, dengan Barcelona mendapat manfaat. Satu-satunya pihak yang dirugikan adalah Leganes," kata Ortega kepada reporter.
Braithwaite berpeluang melakoni debut bersama Barcelona dalam laga La Liga akhir pekan ini saat menyambut kedatangan Eibar di Camp Nou.




