OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter
Baru-baru ini eks marquee player Madura United, Boubacar Sanogo, membeberkan keburukan yang dirasakanya selama berkarier di Indonesia.
Bomber yang mengoleksi 21 caps bersama Pantai Gading tersebut memang pernah dua bulan berkarier di Liga 1 Indonesia bersama Madura United. Sayang, periodenya tak berjalan indah lantaran cuma cetak sebiji gol dari lima partai.
Sanogo pun dilepas oleh Madura pada 10 Juli lalu, dengan alasan rendahnya produktivitas gol yang mulanya jadi ekspektasi Laskar Sapi Pacuan dari pemain yang pernah membela Hamburger SV dan Werder Bremen tersebut.

Secara khusus melalui media online Jerman, T-Online, Sanogo mengaku tak suka dengan sepakbola Indonesia. Dia tak ragu menyebut struktur sepakbola tanah air sebagai bencana, dengan infrastruktur yang memprihatinkan.
"Saya tidak suka dengan periode saya di Indonesia. Struktur sepakbola di sana bencana! Di tempat latihan misalnya, kami bahkan tidak memiliki ruang ganti pakaian atau pun tempat untuk mandi. Jadi, kami harus pulang ke rumah dahulu untuk melakukan itu," buka Boubacar pada T-Online.
Sanogo sendiri kini bermain di kesebelasan divisi keempat liga Jerman, VSG Altglienicke. Dia berencana pensiun di akhir musim 2017/18 ini dan mengambil kursus kepelatihan.




