Dua klub besar Brasil, Botafogo dan Fluminense menyatakan akan menolak untuk kembali melanjutkan kompetisi musim ini setelah federasi sepakbola negara bagian Rio de Janeiro mengizinkan kegiatan sepakbola dimulai lagi mulai 18 Juni sembari menunggu persetujuan pemerintah.
Botafogo dan Fluminense, dua dari empat klub besar asal Rio, dijadwalkan untuk ambil bagian dalam Campeonato Carioca, di saat Brasil berusaha mengikuti jejak negara-negara lain yang kembali beraktivitas dengan aturan 'new normal' di tengah pandemi COVID-19
Angka kematian akibat wabah virus corona di Brasil terus meningkat dan pada Selasa (16/6) kemarin mencatatkan 1282, membuat angka kematian di negara Amerika Latin itu kini melebih 45.000. Brasil pun menjadi negara kedua di dunia yang terkena dampak COVID-19 paling buruk setelah Amerika Serikat (AS).
Menyusul keputusan federasi negara bagian Rio, presiden Botafogo, Nelson Mufarrej mengatakan keputusan tersebut "tidak terhubung dengan realitas" dan tindakan hukum akan ditempuh dengan alasan kesehatan dan keselamatan.
"Sayangnya, sebagian besar klub memahami bahwa sekarang ini adalah waktunya untuk kembali bermain, meski pun masih ada kekacauan yang kami alami sampai saat ini," kata Mufarrej dalam sebuah pernyataan. "Kami menentangnya."
Klub kemudian mengatakan mereka akan memulai sesi latihan menjelang potensi kembali bergulirnya liga pada Juli mendatang. Setelah itu, Botafogo baru bersedia menjalankan liga 'new normal', seperti yang dikatakan direktur klub, Carlos Montenegro kepada Radio Transamerica bahwa Botafogo akan mempertimbangkan kembali bermain pada 1 dan 4 Juli.
Langkah itu dilakukan Botafogo agar menungkinkan setiap pemain yang terpapar virus bisa menjalani pemulihan, dengan sejumlah laporan di Brasil menyebutkan ada lima pemain Botafogo yang harus berlatih terpisah setelah terbukti positif COVID-19.
Fluminense, di sisi lain, memiliki jadwal pertandingan pada 22 dan 24 Juni, namun pimpinan klub Mario Bittencourt menegaskan para pemainnya tidak siap turun ke lapangan dan hal itu akan menghadirkan risiko besar bagi skuad.
Katanya: "Jadwal yang ditentukan untuk kami tidak dapat diterima dari sudut pandang kesehatan para pemain kami dan kami tidak akan turun ke lapangan, dan kami akan mengambil langkah di pengadilan olahraga untuk melakukan apa yang benar."




