Kelanjutan Liga 2 musim ini sampai sekarang masih belum ada kejelasan. Padahal, Liga 1 2022/23 sudah kembali dilangsungkan sejak 5 Desember lalu.
Pertandingan Liga 1 dan Liga 2 sempat dihentikan pada awal Oktober 2022. Penyebabnya, karena terjadinya tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.
Akan tetapi, Liga 1 telah dimainkan kembali dengan format gelembung. Semua pertandingan digelar di Jawa Tengah dan Yogyakarta tanpa penonton hingga putaran pertama tuntas.
Sementara Liga 2 belum ada kepastian kapan kembali dilaksanakan. Oleh karena itu, CEO PSIM Yogyakarta Bima Sinung Widagdo menginginkan segera ada titik terang terkait nasib kompetisi sepakbola kasta kedua Tanah Air tersebut.
“Harapan kami agar PSSI dan atau PT LIB [Liga Indonesia Baru] dapat segera mengambil keputusan atau paling tidak mengadakan managers atau owners meeting mengenai kelanjutan Liga 2, agar klub-klub Liga 2 dapat segera menentukan langkah-langkah persiapan tim ataupun langkah lainnya sebagai antisipasi terhadap apa pun keputusan yang diambil,” kata Bima.
Bima menjelaskan keadaan yang terjadi ini tidak bagus. Klub kesulitan menyusun aktivitas yang dibutuhkan untuk menatap pertandingan di Liga 1.
"Di tengah ketidakpastian ini, kami harus memikul biaya operasional yang cukup besar, di samping itu tim pelatih juga memiliki kesulitan untuk membuat program latihan karena tidak ada timeline yang pasti mengenai dimulainya kembali kompetisi," ucapnya.
Sebelum dihentikan, Liga 2 dibagi dalam tiga wilayah yakni Barat, Tengah, dan Timur. PSIM menempati wilayah Tengah bersama Bekasi City FC, Persela Lamongan, PSCC Cilacap, Persekat, Persijap, Persikab Bandung, Persegres, Nusantara United dan Persipa Pati.
