Norizan Tukiman, Kelantan FC, 2021Kelantan FC

Bos Kelantan FC Resmi Ambil Alih PSPS Riau

Keinginan bos Kelantan FC Norizam Tukiman, membeli klub Indonesia akhirnya menjadi kenyataan. ia diumumkan sebagai pemilik baru PSPS Riau.

Kehadiran Norizam, menambah daftar pemilik baru klub di Liga 2. Sebelumnya, sudah ada beberapa nama seperti Kaesang Pangarep (Persis Solo) dan Raffi Ahmad (Rans Cilegon FC).

Persaingan Liga 2 bakal berjalan ketat. Mengingat, Norizam punya kocek yang tidak sedikit untuk dikucurkan membangun komposisi skuad PSPS di musim ini.

"Selamat datang presiden baru PSPS Riau, bapak Norizam Tukiman, efektifnya tanggal 3 Mei 2021. Dengan pengalaman di sepakbola, klub menantikan pembaruan PSPS Riau di masa yang akan datang," demikian pernyataan PSPS di akun Instagram miliknya.

Demi mendapatkan PSPS, Norizam menolak tawaran untuk menempati posisi presiden operator kompetisi Malaysia Football League (MFL). Padahal, ia difavoritkan mengisi posisi tersebut. 

Persita Tangerang - PSPS RiauPersita Media

Memegang PSPS, menjadi pengalaman anyar Norizam untuk sepakbola Indonesia. Selama ini ia cuma mempunyai Kelantan FC, yang bermain di kompetisi kasta kedua Malaysia.

Norizam dianggap sebagai 'pahlawan' ketika menyelamatkan Kelantan dari kebangkrutan setelah menginvestasikan dana sebesar 6,8 juta ringgit, atau sekitar Rp23 miliar, untuk sepenuhnya memiliki saham Team Red Warriors (TRW) Sdn Bhd pada September tahun lalu.

TRW Sdn Bhd ini merupakan badan pengelola Kelantan yang berlaga di Liga Primer Malaysia (MPL), atau setara Liga 2. Norizam bahkan merogoh kocek pribadinya hingga 3,8 juta ringgit, atau sekitar Rp13,4 miliar untuk melunasi utang dan tunggakan gaji pemain.

Kebijakan ini diambil Norizam, karena FIFA telah memberikan ancaman sanksi kepada Kelantan jika tidak melunasi tunggakan gaji pemain. Jumlah itu sudah termasuk tunggakan pajak kepada dewan pendapatan dalam negeri (LHDN) Malaysia, dan lembaga tabungan pekerja (KWSP).

Di saat bersamaan, Norizam juga melunasi tunggakan gaji skuad Kelantan di Piala Presiden pada musim 2019 dan 2020 yang mencapai nilau 195.476 ringgit, atau sekitar Rp690,9 juta.

Iklan
0