Johor Darul Ta'zim owner Tunku Ismail Sultan Ibrahim 2016Nizam Rahman - www.asiana.my

Bos Johor Darul Takzim: Saya Akan Terus 'Bunuh' Sepakbola Malaysia!

Pemilik klub raksasa Malaysia, Johor Darul Takzim ((JDT), Tunku Ismail Sultan Ibrahim melancarkan serangan kepada publik sepakbola Negeri Jiran yang tidak mengizinkan pemain lokal memperkuat Harimau Malaya di Piala AFF 2022.

Sedikitnya ada 11 pemain JDT yang sempat masuk ke dalam nominasi skuad Malaysia memilih mengundurkan diri dari tim dengan alasan pribadi. Total ada 14 pemain yang tidak memenuhi panggilan pelatih Kim Pan-gon.

Kebijakan itu mendapat kritikan dari publik sepakbola dan media Malaysia. Mereka juga mempertanyakan pemberian izin kepada Jordi Amat untuk membela Indonesia untuk ambil bagian di turnamen dua tahunan se-Asia Tenggara tersebut.

Tunku Ismail menyerang balik para pengkritik. Selain menegaskan dirinya tidak pernah menolak pemain JDT memperkuat tim nasional, Pangeran mahkota Johor ini juga mengeluarkan pernyataan satir yang menuding dirinya telah membunuh sepakbola Malaysia.

“Piala AFF, ada yang tak punya otak ribu-ribut. Agaknya mereka lupa malaysia lolos ke Piala Asia [2023], [banyak] pemain JDT yang bermain habis-habisan di situ,” tulis Tunku Ismail di Instastory akun Instagram pribadinya.

“Karena itu, sama seperti pernyataan saya sebelumnya, saya akan terus 'membunuh' sepakbola Malaysia.”

“Oleh yang demikian, sama macam kenyataan saya sebelum ini, saya akan terus 'membunuh' bola sepak Malaysia. Hari ini (Minggu) Saya berjanji akan terus membeli pemain hebat di negara ini, dan melepas mereka untuk bergabung dengan tim nasional hanya dalam kalender FIFA saja.”

Tunku Ismail menambahkan, kritikan terhadap dirinya didasari kecemburuan atas keberhasilan JDT mendominasi kompetisi domestik. Dalam sepuluh tahun terakhir, JDT nyaris tidak pernah kehilangan trofi di berbagai kompetisi domestik yang mereka ikuti.

Menurut Tunku Ismail, kecemburuan itu disebabkan suporter tim lain terlalu terlena dengan janji manis yang diberikan petinggi klub, sehingga kekecewaan muncul kala ekspektasi tak sesuai harapan.

“Banyak menggonggong setiap tahun. Sepuluh tahun masih belum belajar, dan belum bisa menerima kesuksesan kami. Hanya segelintir saja [klub] yang berpesta kembang api setiap tahun,” cetus Tunku Ismail.

“Betapa beruntungnya keluarga JDT. Setiap tahun ada perkembangan, setiap tahun Allah menganugerahi kesuksesan. Paling penting ada perkembangan setiap tahun, dan Anda tidak kena 'prank' setiap tahun oleh pemimpin klub Anda.”

Iklan
0