Striker Borussia Dortmund, Erling Haaland, meyakini karma berperan dalam duelnya dengan kiper Sevilla, Yassine Bounou.
Terbaru, Dortmund bermain imbang 2-2 dengan Sevilla pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Signal Iduna Park, Rabu (10/3) dini hari WIB.
Haaland cetak dua gol, masing-masing pada menit ke-35 dan sepakan penalti pada menit ke-54. Sevilla samakan skor via brace Youssef En-Nesyri (68’ penalti, 90’+6).
Dortmund lolos ke babak perempat-final dengan keunggulan agregat 5-4, setelah pada pertemuan pertama menang dengan skor 3-2 di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan.
Bomber asal Norwegia itu sekaligus menorehkan rekor sebagai pemain tercepat yang mencetak 20 gol di Liga Champions hanya dalam pertandingan ke-14-nya.
Tendangan penalti Haaland mampu ditepis Bounou sebelum dianulir setelah sang kiper dianggap meninggalkan garisnya lebih dulu. Saat gagal, Haaland terlihat mendapat ejekan dari Bounou. Nama pertama lantas mampu mengonversi kesempatan keduanya.
“Saya gagal, tapi dia curang. Jadi saya mengambilnya lagi dan kemudian saya mencetak gol ketika dia tidak lagi melakukan kecurangan itu,” ucap Haaland selepas laga.
"Ketika dia berteriak di depan saya setelah kesempatan pertama, saya berpikir, oh, akan lebih baik lagi untuk mencetak gol lagi. Kemudian, ya, itulah yang terjadi. Jadi itu bagus,” tutur pemain berusia 20 tahun itu.
"Saya pikir itu karma,” pungkasnya.
Berusia 20 tahun 231 hari, Haaland juga menjadi pemain termuda yang mencetak gol dalam enam pertandingan Liga Champions berturut-turut.
Kini, Dortmund berhak tampil di perempat-final UCL untuk kali pertama sejak musim 2016/17 setelah menyingkirkan juara bertahan Liga Europa tersebut.




