Borussia Dortmund resmi mendapatkan wonderkid Inggris, Jude Bellingham dari Birmingham City.
Perekrutan tersebut diumumkan Dortmund melalui sebuah unggahan video di akun Twitter mereka, dengan para pemain dan staf klub kompak menyanyikan lagu 'Hey Jude' oleh The Beatles untuk menyambut sang pemain.
Dilaporkan bahwa Bellingham sepakat menerima kontrak lima tahun di Signal Iduna Park setelah nominal tebusan senilai £25 juta disepakati oleh Dortmund dan Birmingham.
Apabila laporan tersebut benar adanya, maka sang gelandang berusia 17 tahun akan menjadi remaja termahal di kancah sepakbola Eropa, yang menggambarkan perkembangan pesatnya selama 12 bulan terakhir.
Bellingham telah mencetak empat gol dalam 43 penampilannya di semua kompetisi bersama Birmingham musim 2019/20 dan kemungkinan akan melakoni partai terakhirnya bersama klub sekarang kala menghadapi Derby County dalam pekan pamungkas Divisi Championship musim ini.
Manchester United dan Bayern Munich sebelumnya santer dihubungkan dengan Bellingham, namun pada akhirnya sang remaja memilih untuk mengikuti jejak sesama pemain muda asal Inggris, Jadon Sancho yang meninggalkan Manchester City untuk pindah ke Dortmund pada 2017.
Bellingham mengungkapkan kegembiraannya setelah peresmian transfernya, sembari juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Birmingham yang telah memberinya kesempatan untuk meniti karier profesional.
"Saya tidak bisa mengucapkan terima kasih lebih banyak lagi kepada Birmingham City atas apa yang telah mereka lakukan pada saya - tidak hanya musim ini, namun sejak pertama saya tiba di klub ketika saya berusia tujuh tahun," ungkapnya melalui laman resmi BVB.
"Sekarang saya benar-benar antusias untuk bergabung dengan salah satu klub terbesar di Eropa. Jalur BVB, tapi terutama bagaimana mereka membantu perkembangan para pemain muda, membuat saya mudah membuat keputusan secara pribadi mau pun untuk keluarga saya."
"Saya tidak sabar untuk bermain di salah satu stadion terindah di dunia, semoga bisa bermain di hadpan lebih dari 80,000 suporter sesegera mungkin."


