Kehadiran striker anyar Matias Conti membuat jajaran pelatih Borneo FC mulai mencari komposisi ideal untuk memaksimalkan penyerang asal Argentina itu serta penggawa lokal Lerby Eliandri dan Titus Bonai.
Sebelum Conti datang, pelatih Dejan Antonic kerap menduetkan Lerby dengan Titus, maupun menempatkannya sebagai striker tunggal dalam skema 4-2-3-1 dan 4-4-2. Kali ini Borneo FC akan mencoba formasi 4-1-4-1 maupun 4-4-1-1.
Perubahan formasi ini membuat Lerby kemungkinan ditempatkan sebagai penyerang lubang di belakang Conti. Asisten pelatih Ahmad Amiruddin, mereka terus mencoba berbagai opsi sebelum duel melawan Persija Jakarta pada 12 September.
“Bagian dalam taktikal kami siapkan Lerby di opsi lini kedua. Lerby juga sebelumnya tidak asing dengan posisi second striker. Saat masih ada Edilson dan Pedro Javier, Lerby sudah biasa main di lini kedua,” kata Amiruddin dilansir laman resmi klub.
“Kami akan matangkan skema satu gelandang serang dan satu holding midfielder. Kalau biasanya kami pakai dua gelandang holding, nah kami akan coba satu dengan menampung Lerby di gelandang serang.”
“Dari hasil uji coba dan beberapa kali latihan, saya rasa tim masih perlu adaptasi dalam hal attacking. Sebab distribusi bola belum lancar. Tapi yang pasti semua opsi bakal dicoba.”
Goal Indonesia