OLEH DONNY AFRONI
Menurunnya jumlah penonton yang menyaksikan laga kandang Borneo FC di Stadion Segiri membuat manajemen pusing. Borneo FC pun berharap pemerintah kota (Pemkot) Samarinda menurunkan pajak penghasilan tiket.
Hal itu disampaikan chief marketing officer Borneo FC Novi Umar saat bertemu wali kota Syaharie Ja'ang tadi sore. Novi mengatakan, pajak penghasilan tiket Samarinda tergolong tinggi, yaitu 15 persen.
SIMAK JUGA: Arthur Berharap Bisa Menambah Jam Terbang Di Borneo
Jumlah berkaca dari penerapan di daerah lainnya, seperti Jakarta, yang hanya lima persen. Novi juga menyebut klub seperti Barito Putera sangat didukung Pemkot dan Pemprov-nya, sehingga manajemennya tidak mengalami kesulitan operasional.
“Itu berpengaruh terhadap kondisi klub yang tidak sehat. Jujur saja, presiden Nabil Husein selalu mengeluarkan uang pribadi untuk menombok kekurangan Rp1-2 miliar per bulan. Jadi kami memohon Pemkot Samarinda bisa membantu melalui pengurangan pajak tiket,” tutur Novi dilansir laman resmi klub.
SIMAK JUGA: Borneo FC Banding Sanksi Enam Laga Michiels
“Jakarta kemarin beberapa kali menyelenggarakan pertandingan besar, tapi panpel mereka untung, karena pajaknya lima persen. Sedangkan jumlah penonton kami semakin menurun, tapi pajaknya tetap 15 persen, dan ini sangat memberatkan.”
Sementara kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda Hermanus Barus menyarankan agar manajemen memperhatikan akuntabilitas pendapatan tim. Menurutnya, Pemkot akan mudah membantu pengurangan pajak bila manajemen terbuka mengenai pemasukan dan jumlah penonton yang dilaporkan.
SIMAK JUGA: Borneo Bantah Nabil Husein Akan Jual Klub
“Kami berharap akuntabilitasnya dijaga, dan bisa diaudit. Yang penting kita terbuka saja. Kami siap membantu, kami support betul Borneo FC sebagai tim kebanggaan kami. Kami ingin Borneo FC juga tahu, berapa sih potensi yang bisa dikelola dengan baik,” jelas Barus.
Sedangkan Syaharie Ja'ang mengungkapkan, Pemkot bakal mengevaluasi Perda yang mematok 15 persen terhadap pajak hiburan olahraga. Namun Syaharie meminta manajemen Borneo FC segera mengirimkan laporan permohonan bantuan pengurangan pajak.




