Borneo FC akan menghadapi Bhayangkara Solo FC pada partai perdana mereka di Piala Menpora 2021, Senin, 22 Maret, di Stadion Kanjuruhan, Malang. Mereka menilai, laga ini sangat penting untuk dilewati dengan hasil baik.
Bhayangkara punya label sebagai tim bertabur bintang, dengan nama-nama tenar yang mereka daratkan seperti Hansamu Yama, Evan Dimas, hingga Osas Saha. Namun, Borneo fokus pada kekuatan mereka sendiri.
Sejauh ini Borneo bisa dibilang punya persiapan bagus dan fondasi yang matang menyambut kompetisi musim 2021. Sultan Samma sebagai pemain senior di dalam tim menilai laga melawan Bhayangkara sangat krusial.
"Pertandingan pertama nanti akan sangat menentukan, apalagi ini format turnamen. Apapun hasilnya akan sangat berpengaruh untuk keberlangsungan kami di Piala Menpora," ujar gelandang berusia 34 tahun tersebut.
"Kami lebih fokus kepada tim sendiri karena pelatih selalu menekankan, kami kerja keras akan berbuah hasilnya nanti. Semua sama ketika di atas lapangan. Semoga kami bisa membawa hasil yang bagus ketika wasit meniup peluit panjang pertandingan berakhir," tukasnya.




Borneo FCPesut Etam punya firasat bagus menatap pertandingan ini, itu berdasarkan catatan mereka setiap tampil di publik Malang. Borneo tidak pernah merasakan kekalahan ketika mereka bermain di Malang, dan diharapkan hal itu berlanjut saat lawan Bhayangkara.
"Malang punya cerita baik buat Borneo FC, semoga cerita itu kembali menyertai kami selama babak grup Piala Menpora ini," harap manajer Borneo, Farid Abubakar.
Grup B di Malang dihuni tim-tim kuat, makanya grup ini disebut sebagai Grup Neraka. Selain Borneo dan Bhayangkara dengan materi pemain bintang mereka, ada juga tim unggulan Persija Jakarta, dan PSM Makassar yang tidak bisa diremehkan.
Borneo sendiri berkekuatan 29 pemain untuk bermain di Malang, atau membawa seluruh skuad mereka. Diego Michiels dan Wahyudi Hamisi jadi nama yang diragukan tampil pada partai awal Piala Menpora, karena masih pemulihan cedera.
"Semoga saja bisa lolos dari grup yang disebut orang neraka ini. Karena pada akhirnya tim yang bekerja keras yang punya peluang lebih dan kami percaya kepada pemain maupun pelatih. Kami berharap doa dan dukungan warga Samarinda pada perjuangan tim selama turnamen berlangsung,” tukas Farid.
Borneo