Ulah kelompok suporter Persebaya Surabaya, Bonek, yang tetap memaksa masuk ke dalam Stadion Moch Soebroto, Magelang, Jumat (20/9), membuat Ferdinand Hindiarto mundur dari jabatannya sebagai ketua panitia pelaksana (panpel) pertandingan PSIS Semarang.
Pihak keamanan telah memutuskan pertandingan antara PSIS dan Persebaya sebagai laga tanpa penonton. Panpel bersama pihak keamanan sudah menutup akses menuju stadion, namun Bonek tetap datang dalam jumlah besar.
Mereka memaksa masuk ke stadion, serta merusak sejumlah pintu dan fasilitas stadion. Akhirnya, pihak kepolisian kewalahan, dan mereka tidak mempunyai opsi lain, kecuali mengizinkan Bonek masuk aksi itu tidak melebar.
“Tidak benar tuduhan jika panpel yang mengizinkan suporter untuk masuk ke stadion. Itu sudah menjadi ranah keamanan,” kata CEO PSIS, AS Sukawijaya, dilansir laman resmi klub.
“Akibat tuduhan tersebut, dan tuduhan-tuduhan lain yang berdampak pada tercemarnya nama baik direktur bisnis PT Mahesa Jenar yang membawahi panpel PSIS yang dicantumkan namanya menjadi Ketua Panpel, Ferdinand Hindiarto kemudian mengajukan pengunduran diri dari PT Mahesa Jenar per 22 September.”
SIMAK JUGA: BERITA LIGA 1 2019!
“Saya sebagai CEO menghormati keputusan beliau, walaupun cukup disesalkan. Beliau sudah banyak berjasa untuk PSIS Semarang. Untuk selanjutnya, saya tunjuk mas Danur Risprianto sebagai ketua panpel sementara.”
Pria yang akrab disapa Yoyok ini menambahkan, pertandingan dua hari lalu itu dianggap sebagai musibah. Yoyok mengajak semua pihak bersikap dewasa, dan ke depannya tidak menyalahkan siapapun.
“Sudah tidak usah mencari kambing hitam untuk disalahkan. Tanggal 20 September itu musibah untuk kita semua. Klub rugi ratusan juta, tim kalah telak, kami malu, dan rusak nama baiknya. Sudah cukup sampai di sini. Sekarang kami fokus ke pertandingan ke depan untuk mengejar poin yang telah hilang di kandang,” imbuh Yoyok.
SIMAK JUGA: KLASEMEN LIGA 1 2019!


