Bola mati menjadi kelemahan utama timnas Indonesia U-20 jelang menghadapi Piala Dunia U-20 2023. Persoalan ini yang mesti diselesaikan pasukan Garuda Muda.
Timnas Indonesia U-20 sudah menuntaskan pemusatan latihan (TC) di Turki. Agenda tersebut ditutup dengan uji coba melawan klub Pro League Arab Saudi, Al Adalah, Minggu (13/11) malam WIB.
Dalam uji coba tersebut timnas Indonesia U-20 menelan hasil negatif. Armada Shin Tae-yong dikalahkan dengan skor dua gol tanpa balas.
Selepas dari Turki, timnas Indonesia U-20 melanjutkan TC di Spanyol. Ronaldo Kwateh dan kolega juga bakal melaksanakan uji coba seperti lawan Prancis U-20 serta Slowakia U-20.
"Evaluasi pertama yang kita tingkatkan masalah bola mati karena ke depan kita akan tampil di Piala Dunia [U-20] dengan postur lawan yang lebih tinggi," kata kapten timnas Indonesia U-20 Muhammad Ferarri.
"Kami harus lebih kuat lagi dalam hal-hal bola mati karena itu kelemahan utama di tim sekarang," pesepakbola berusia 19 tahun tersebut menambahkan.
Terkait hasil uji coba kontra Al Adalah, Ferrari mengatakan timnas Indonesia U-20 sudah mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik. Walau pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan.
"Di babak pertama kami juga mampu membuat beberapa peluang tapi belum bisa kita maksimalkan," ucap pilar Persija Jakarta tersebut.
"Kami bisa cukup menguasai permainan walau mereka tim bagus dan dari Liga 1 tim Arab tapi kami bisa mengimbangi permainan walau pun kesalahan [kami] kurang fokus di menit-menit akhir," ia melanjutkan.


