Komite disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi denda kepada panitia pelaksana (panpel) Persebaya Surabaya akibat bola pertandingan terdapat tulisan tangan menggunakan spidol.
Keputusan itu dikeluarkan Komdis pada 26 Agustus, dan baru dirilis hari ini. Pelanggaran yang dilakukan panpel Persebaya ini terjadi ketika mereka menjamu PSIS Semarang pada 23 Agustus.
“Bola yang digunakan pada saat pertandingan terdapat tulisan tangan “PP” menggunakan spidol berwarna hitam. Hukumannya adalah denda Rp25 juta,” demikian pernyataan resmi Komdis dilansir laman PSSI.
Selain pelanggaran itu, Komdis juga menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp50 juta akibat ulah suporter yang melempar botol air mineral dan gulungan kertas putih di pertandingan yang sama. Dengan demikian, total denda yang harus dibayar Persebaya mencapai Rp75 juta.
Ulah suporter juga mendatangkan sanksi denda bagi Persib Bandung. Ketika menjamu Bali United pada 23 Agustus, suporter melempar sejumlah benda ke arah tim Serdadu Tridatu.
“Terjadi pelemparan botol air mineral, botol minuman kopi, dan bongkahan es batu oleh suporter Persib Bandung ke arah tim Bali United, sehingga terkena hukuman denda sebesar Rp50 juta,” demikian penjelas Komdis.
Sedangkan PSIS dijatuhi sanksi denda sebesar Rp50 juta, karena terlambat masuk ke dalam lapangan untuk menjalani laga babak kedua ketika dijamu Persebaya. Keterlambatan itu membuat laga tertunda selama 155 detik.
Sementara palang pintu Borneo FC Javlon Guseynov harus menjalani sanksi larangan bermain tambahan, karena dianggap memukul pemain lawan ketika menjamu Dewa United pada 23 Agustus, sehingga diganjar kartu merah menjelang laga usai. Setelah absen melawan Persis Solo, Guseynov tidak bisa dimainkan saat menghadapi Persikabo 1973 dan Persita Tangerang.
“Tambahan larangan bermain sebanyak dua pertandingan sejak keputusan diterbitkan, dan berlaku pada pertandingan terdekat serta denda sebesar
Rp10 juta,” demikian penjelasan Komdis.
Sedangkan bek Madura United Novan Setyo Sasongko mendapat tambahan larangan bermain di satu pertandingan, karena melakukan tekel keras terhadap pemain Persis pada laga 23 Agustus.
Hukuman serupa juga diterima striker Persis Fernado Rodrigues yang menendang wajah pemain Madura United. Namun Rodrigues tidak dikenakan sanksi denda. Sementara salah satu anggota panpel Persis Danang Eko Kristiyanto haya mendapat teguran keras, karena masuk ke dalam area FOP, dan mendekati pelatih kepala Madura United.
