Bojan Hodak - PSM MakassarAlvino Hanafi

Bojan Hodak Siapkan Kuala Lumpur City Hadapi Piala AFC, PSM Makassar Gigit Jari?

Keinginan fans PSM Makassar agar manajemen kembali mendatangkan Bojan Hodak sebagai arsitek Juku Eja terancam sulit terealisasi setelah pelatih asal Kroasia itu diminta mempersiapkan Kuala Lumpur City untuk menghadapi Piala AFC 2022.

Musim lalu Hodak merupakan pelatih PSM, namun tidak berlangsung lama, karena Liga 1 dihentikan di awal musim akibat pandemi COVID-19. Bersama Hodak, PSM meraih satu kemenangan dan dua imbang. Hodak lalu hijrah ke Malaysia untuk menangani tim promosi KL City. Kontrak Hodak di klub itu disebut-sebut berakhir awal 2022.

Di tangan Hodak, KL City sukses menduduki peringkat enam Malaysia Super League (MSL) 2021. Bukan itu saja. Hodak mampu menghentikan penantian 32 tahun untuk mengangkat trofi Piala Malaysia dengan mengalahkan klub bertabur bintang Johor Darul Takzim (JDT) 2-0 di final, Senin (30/11) malam WIB.

Keberhasilan menjadi kampiun Piala Malaysia ini membuat KL City merebut jatah Malaysia untuk Piala AFC tahun depan. Manajemen The City Boys pun sudah meminta Hodak agar segera mempersiapkan tim, karena target berkompetisi di Asia sebetulnya baru ingin dicapai pada tahun ketiga.

“Rencananya tiga tahun, jadi saya harus bawa tahun ketiga ke tahun kedua. Bojan dan saya benar-benar harus membuat rencana besar. Salah satu poin saya, saya harus pergi mencari [sponsor], dan berharap dengan pencapaian ini akan ada sponsor lebih besar dan rekanan bisnis lebih banyak,” tutur klub CEO Stanley Bernard dikutip laman Berita Harian.

“Bojan ini 'gila'. Pemikirannya berbeda, bagaimana dia berpikir dan bekerja. Saya pikir Bojan adalah pelatih terbaik di liga negara ini, dan saya pikir Anda melihatnya hari ini (tadi malam) di lapangan.”

“Dia bukan hanya pelatih, melainkan seorang psikolog dan hampir seperti manajer umum saya. Saya tidak punya banyak tangan, staf lebih sedikit, tetapi dia mengerti pekerjaan saya, dan saya mengerti pekerjaannya.”

Sementara itu, Bojan merasa nyaman menangani KL City, meski mengaku pernah menolak tawaran dari klub ini. Menurut Hodak, ia belum pernah melihat situasi yang dialaminya di KL City dalam karir kepelatihannya.

“Sebenarnya, dua kali saya menolak tawaran untuk datang ke KL sebelum CEO Stanley Bernard meyakinkan saya untuk datang berdasarkan rencana yang ingin dia bawa bersama tim,” ucap Bodak dikutip laman operator MSL, Malaysia Football League (MFL).

“Kami hanya terdiri dari satu sampai dua pemain nasional. Tetapi yang mereka miliki adalah semua selalu bekerja di lapangan untuk tim. Sepanjang pengalaman saya menangani delapan hingga sepuluh tim, saya tidak pernah menemukan suasana ruang ganti yang cukup akrab di antara para pemain.”

Iklan
0