Boeung Ket AngkorBoeung Ket Angkor FC

Boeung Ket Angkor FC Mulai Gali Kekuatan Bali United

Manajer tim Boeung Ket Angkor FC, Be Makara, mengungkapkan, jajaran pelatih mulai diminta menggali kekuatan calon lawan yang akan mereka hadapi di Grup G Piala AFC 2021 zona ASEAN.

Boeung Ket kembali berlaga di kompetisi Asia setelah terakhir kali dirasakan pada 2018. Berdasarkan hasil drawing, Boeung Ket akan bergabung dengan wakil Indonesia Bali United dan Hanoi FC (Vietnam). Satu tim lainnya akan diisi pemenang play-off 1.

Saat berkiprah di 2018, Boeung Ket mendapatkan hasil tidak mengecewakan, karena menduduki peringkat tiga klasemen akhir Grup F dengan nilai enam. Poin itu diperoleh berkat kemenangan atas wakil Singapura Home United dan Shan United (Myanmar).

Kendati pernah mendapatkan hasil cukup bagus di tengah klub besar Asia Tenggara, Makara tidak ingin terlena. Menurutnya, klub Kamboja ini bakal menghadapi perjalanan tidak mudah di Grup G.

Makara menyatakan, publik sepakbola Kamboja pun menganggap Boeung Ket masuk berada di grup neraka. Makara menilai sepakbola Indonesia dan Vietnam berada di atas dibandingkan Kamboja.

Boeung Ket AngkorBoeung Ket Angkor FC

“Tentu saja jika dilihat dari sejarah dan level kompetisi tim di grup ini di masa lalu, bisa dibilang Hanoi dan Bali merupakan tim kuat. Itulah mengapa fans kami menyebutkan kami berada di grup neraka,” ujar Makara dikutip laman operator Liga Kamboja (CNCC).

Kendati demikian, Makara meyakini Blue Dragon dapat melangkah lebih jauh jika melakukan persiapan dengan baik. Salah satu cara adalah mempelajari kekuatan calon lawan lebih dini.

“Kami akan memonitor perkembangan semua calon lawan kami, apakah mereka mengubah komposisi pemain, atau meningkatkan level kualitas permainan. Tim teknis kami sedang mempelajari kekuatan dua klub besar itu (Bali United dan Hanoi),” imbuh pria berusia 43 tahun tersebut.

Piala AFC musim ini berbeda dibandingkan sebelumnya, karena berkaitan dengan pandemi virus Corona. Fase grup akan digelar secara terpusat di masing-masing grup atau zona, dan menerapkan sistem setengah kompetisi. Pertandingan zona ASEAN dijadwalkan berlangsung 22 hingga 28 Juni.

Konfederasi sepakbola Asia (AFC) masih belum menentukan tim yang menjadi tuan rumah, karena menunggu pengajuan dari klub di masing-masing grup mengenai kesiapan dan kesanggupan mereka menjamu tim lainnya.

SIMAK JUGA: BERITA PIALA AFC!

Iklan
0