Pernyataan keras direktur NEC Wilco van Schaik soal kondisi di Bodø/Glimt juga tidak luput dari perhatian di Norwegia. Seorang juru bicara klub Norwegia itu menanggapi kritik tersebut dan menegaskan bahwa NEC sebelumnya tidak menyampaikan keluhan apa pun.
Van Schaik melontarkan kritik yang cukup tajam terhadap fasilitas di Bodø. Terutama bak es yang disediakan, yang menurut direktur umum NEC sama sekali tidak sebanding dengan apa yang ia harapkan dari lingkungan Liga Champions.
"Saya baru saja berada di ruang ganti, di sini benar-benar semrawut," kata Van Schaik. "Kami meminta bak mandi dan es. Menurut saya mereka hanya mengambil bak mandi dari semacam toko bangunan lalu mengisinya dengan es. Itu benar-benar belum pernah terjadi."
Pernyataan itu mendapat sorotan luas dan juga sampai ke Bodø/Glimt. Kepada media Norwegia Nettavisen, seorang juru bicara klub mengatakan bahwa mereka tidak merasa gambaran yang disampaikan Van Schaik itu sesuai dengan kenyataan.
"Dalam beberapa pekan terakhir kami banyak berkomunikasi dengan NEC dan kami tidak menerima masukan bahwa ada hal-hal yang tidak beres," ujar juru bicara tersebut. Menurut pihak Norwegia itu, tidak ada sesuatu yang luar biasa dari bak yang disiapkan untuk NEC.
"Bak yang sama juga ada saat Manchester City dan Inter bermain di sini, tidak ada yang mengatakan apa pun soal itu," lanjutnya. "Ini pertama kalinya kami mendengar ada yang salah dengan hal itu. Kami merasa sudah menyediakan apa yang diminta."
Juru bicara itu kemudian menempatkan kritik Van Schaik dalam perspektif yang lebih luas. "Ada tim-tim yang menyediakan tempat sampah berisi es, jadi ada banyak alternatif yang jauh lebih buruk," tutup juru bicara pers Bodø/Glimt.
Omongan itu juga membuat Van Schaik menuai cukup banyak kritik pada Senin dari fans sepak bola Belanda maupun Norwegia di X. "Benar-benar tidak sopan," tulis seseorang, sementara pengguna lain mengatakan: "Lalu tetap kalah tanpa perlawanan. Omongan seperti ini setelah pekan lalu... Dia benar-benar orang Belanda sejati, banyak sekali bacotnya. Ayo Bodø!"
Jurnalis Norwegia Sigve Kvamme menyindir di X: "Baru ketika klub raksasa NEC Nijmegen - klub yang namanya bahkan harus dicari dulu - datang ke Aspmyra, kritik keras soal kurangnya fasilitas mulai bermunculan."
NEC meanwhile harus menemukan jawaban di lapangan pada Selasa malam. Klub asal Nijmegen itu harus menghapus kekalahan 1-3 sebelumnya demi menjaga peluang ke fase liga Liga Champions. Jika tersingkir, NEC masih akan tampil di fase liga Liga Europa sebagai jaring pengaman.
Kick-off digelar pada Selasa malam pukul 21.00 di Aspmyra Stadion yang kini sudah ramai diperbincangkan.





