José Mourinho, pelatih Real Madrid, memberi pemainnya asal Prancis, Eduardo Camavinga, kesempatan tampil sebagai starter dalam laga persahabatan melawan Fiorentina, untuk menilai apakah ia masih layak diandalkan atau tidak.
Namun respons pemain Prancis itu di dalam lapangan tidak meyakinkan, karena ia menampilkan salah satu penampilan terlemahnya bersama tim.
Surat kabar Sport dalam laporannya menjelaskan bahwa Camavinga melakukan banyak kesalahan konsentrasi, mengirim umpan-umpan tidak akurat, serta melakukan blunder teknis yang tidak sepadan dengan seorang pemain berbakat sepertinya, dalam sebuah penampilan yang kembali memunculkan keraguan atas level sesungguhnya.
Situasi Camavinga menjadi sangat membingungkan. Meski memiliki seluruh modal yang mengantarkannya menuju kesuksesan, ia berubah menjadi pemain yang menjadi sorotan utama akibat kesalahan-kesalahannya yang berulang dan kehilangan fokus di dalam lapangan, sementara di media sosial beredar berbagai potongan video yang memperlihatkan blunder-blundernya.
Sebelumnya, Camavinga termasuk pemain yang tak tersentuh di dalam Real Madrid, tetapi sekarang manajemen klub siap mendengarkan tawaran-tawaran yang diajukan untuk merekrutnya tanpa ragu.
Namun kendalanya terletak pada sikap pemain itu sendiri, karena Camavinga tidak berpikir untuk hengkang, dan telah memberi tahu manajemen klub tentang keinginannya untuk bertahan dan berjuang demi merebut kembali tempatnya.
Level Camavinga menurun secara signifikan, dan ia tidak berhasil mengamankan tempat tetap di skuad utama. Bahkan tampak bahwa perkembangan teknisnya terhenti, hingga ke titik di mana levelnya justru menurun alih-alih meningkat.
Pemain Prancis itu kini menampilkan level yang naik-turun, dan sangat bergantung pada kilatan-kilatan individu, sementara keandalannya di dalam lapangan menurun.
Kesalahan-kesalahannya dalam penempatan posisi dan konsentrasi berulang kali terjadi, kehilangan bola menjadi hal yang biasa, keputusan-keputusannya di dalam lapangan pun terus-menerus menimbulkan keraguan, sementara sebagian keterampilan teknisnya berubah menjadi sumber kritik alih-alih pujian.




