FBL-POR-LIGA-BENFICA-MOREIRENSEAFP

Diterjemahkan oleh

Bintang Real Madrid Mengejutkan Jose Mourinho

Pemain asal Argentina, Franco Mastantuono, terus menorehkan babak baru dalam perjalanan kariernya bersama Real Madrid, setelah berhasil mencuri perhatian dengan kuat di dalam klub raksasa ibu kota itu selama hari-hari awal masa persiapan menyambut musim baru. Ketika masa depannya sempat diragukan usai musim pertama yang naik-turun, penampilannya dalam sesi latihan justru mengubah kesan yang ada, dan menempatkannya dalam lingkaran para pemain yang berhasil mendapatkan simpati pelatih asal Portugal, Jose Mourinho — sebuah indikasi yang bisa membalikkan masa depannya bersama tim secara total.

Menurut surat kabar Spanyol "Marca", Mastantuono termasuk salah satu pemain yang paling mengejutkan Mourinho selama hari-hari awal masa persiapan, setelah ia memperlihatkan kualitas teknis dan fisik yang istimewa, sehingga menjadikannya salah satu nama paling menonjol yang mencuri perhatian pelatih asal Portugal tersebut.

Real Madrid terus menjalani latihan di kota Valdebebas sejak sebelas hari lalu, di tengah absennya sejumlah pemain internasional yang belum kembali bergabung dengan skuad. Meski demikian, Mourinho memanfaatkan periode ini untuk menilai elemen-elemen yang tersedia di hadapannya, terutama para pemain yang posisinya di dalam tim menjadi tanda tanya setelah kritik yang mereka terima musim lalu akibat menurunnya performa mereka.

Franco Mastantuono menjadi salah satu yang paling diuntungkan dari fase ini, karena ia tampil sebagai salah satu pemain yang meninggalkan kesan terbaik di mata pelatih asal Portugal itu, yang masih terus bekerja untuk menggambar wajah tim barunya, baik melalui penentuan elemen inti maupun pengembangan gaya bermain. Meskipun Real Madrid mungkin masih akan menyaksikan lebih banyak kepergian pemain, dengan tetap terbukanya peluang untuk menuntaskan transfer baru, Mastantuono membuktikan bahwa ia mampu bersaing dengan kuat demi merebut tempat di susunan pemain inti.

Kekaguman Mourinho terhadap Mastantuono bukanlah sesuatu yang muncul begitu saja, karena surat kabar tersebut menyebutkan bahwa Xabi Alonso sebelumnya telah menyadari potensi sang pemain, begitu pula Alvaro Arbeloa selama masa kepemimpinannya menangani tim-tim kelompok usia. Transfer yang membawa pemain ini termasuk salah satu transfer yang mendapat perhatian besar musim lalu, di mana Xabi Alonso menilai bahwa posisi terbaiknya adalah sayap kanan, dan ia memberinya banyak kesempatan untuk memperlihatkan potensinya.

Mastantuono mengawali musim dengan gambaran yang menjanjikan, setelah tampil sebagai pemain inti dalam laga melawan Albacete di ajang Copa del Rey, ia juga tampil sebagai starter dalam laga Eropa pertamanya menghadapi Monaco, kemudian ikut bermain melawan Benfica. Di La Liga, ia memperoleh banyak kesempatan pada awalnya, tetapi menit bermainnya menurun secara bertahap, sebelum menerima pukulan berat berupa hukuman larangan bermain selama dua laga usai kartu merah yang ia terima melawan Getafe pada masa injury time.

Sejak saat itu, mantan pemain River Plate itu perlahan kehilangan tempatnya di susunan inti, dan kepercayaan dirinya terpengaruh secara jelas, sebelum kembali menerima pukulan baru dengan tidak dimasukkannya ia ke dalam skuad timnas Argentina yang berpartisipasi di Piala Dunia, meskipun ia dianggap sebagai salah satu bakat muda paling menonjol dalam sepak bola Argentina.

Real Madrid sebelumnya mengontrak Mastantuono dalam transfer yang bernilai sekitar 60 juta euro, sebagai salah satu bakat menjanjikan paling menonjol di Amerika Selatan. Namun, musim pertamanya tidak sesuai dengan ekspektasi, hal yang membuka pintu bagi beragam spekulasi mengenai masa depannya.

"Marca" menilai bahwa Mourinho, sebagaimana halnya Xabi Alonso, sangat menghargai kemampuan Mastantuono dalam bermain dengan semangat tinggi dan menjalankan tugas pressing tinggi, sebuah kualitas yang dipandang mendasar oleh pelatih asal Portugal itu dalam proyek barunya. Ia kini tengah bekerja untuk mengembalikan kepercayaan diri sang pemain dan memberinya lingkungan yang tepat guna menampilkan bakat sesungguhnya serta membuktikan kemampuannya untuk sukses dengan seragam Real Madrid.

Sebaliknya, opsi untuk meminjamkan pemain ini sempat mengemuka dengan kuat di lorong-lorong klub, serupa dengan yang terjadi pada pemain Brasil, Endrick, yang pindah ke Lyon, dan yang diperkirakan akan bekerja di bawah kepemimpinan Mourinho selama musim baru.

Meski demikian, Real Madrid tidak berpikir untuk melepas Mastantuono secara permanen, karena manajemen klub meyakini bahwa proses adaptasi dengan sepak bola Eropa membutuhkan waktu, terutama bagi pemain di usia ini yang menjalani musim pertamanya jauh dari Argentina.

Selama periode terakhir, nama sang pemain dikaitkan dengan ketertarikan sejumlah klub Liga Premier Inggris, di samping klub-klub Italia, sementara opsi bertahannya di La Liga tetap terbuka melalui peminjaman, dengan munculnya nama klub-klub seperti Villarreal dan Real Sociedad di antara yang berminat mendapatkan jasanya.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google