Kendati kemenangan menjadi syarat mutlak bagi timnas Indonesia U-17 untuk lolos ke 16 Besar, pelatih Bima Sakti tidak ingin memberikan beban kepada anak asuhnya saat menghadapi Maroko U-17 pada matchday pamungkas Grup A Piala Dunia U-17 2023 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (16/11) malam WIB.
Saat ini Maroko menempati peringkat kedua klasemen sementara dengan tiga poin, unggul satu angka dari Indonesia yang berada di posisi ketiga. Jika mengalahkan Maroko, Indonesia bisa menempati peringkat kedua. Sedangkan bila mendapatkan hasil imbang, Arkhan Kaka dan kawan-kawan berada di posisi ketiga dengan tiga poin.
Skema terakhir tidak menguntungkan bagi timnas U-17, mengingat Meksiko juga mempunyai potensi untuk menyalip. Meksiko kini menempati peringkat ketiga Grup F dengan satu poin. Jika mereka mengalahkan Selandia Baru, dan Indonesia bermain imbang, finalis edisi 2019 itu dipastikan merebut tiket ke 16 Besar.
Walau begitu, Bima tidak ingin memberikan beban kepada pemain untuk meraih kemenangan. Bima meyakini hasil imbang melawan Maroko sudah bisa meloloskan timnas U-17 melaju ke fase knock-out.
“Yang pasti kami ingin menang, targetnya itu. Kalau situasi tidak bisa menang, minimal seri. Nanti soal hasil yang paling penting kami bisa lolos, bisa juara grup, runner-up, atau peringkat ketiga terbaik,” ujar Bima.
Bima menambahkan, ia telah mengingatkan anak asuhnya agar tidak lengah menghadapi Maroko. Apalagi calon lawan mempunyai sejumlah pemain yang menimba ilmu di akadami klub papan atas Eropa.
Para pemain yang mendapat perhartian dari Bima adalah penggawa Juventus Adam Boufandar, Naoufel El Hannach (Paris Saint-Germain), Anas Alaoui (Eintracht Frankfurt) hingga Amine Ezzarhouni (Lille).
“Kami melihat Maroko tim bagus, kami tidak boleh menganggap Maroko di bawah Ekuador atau Panama. Mereka semua sama. Yang pasti fokus sejak awal kurangi kesalahan sendiri, fokus dasar teknik bagaimana passing kontrol,” tegas Bima.
“Mereka memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Maroko memiliki organsiasi bagus dan pintar mainnya. Counter attack juga sangat cepat. Saya lihat setelah pertandingan pemain lebih percaya diri dan yakin bahwasanya kita bisa.”
