Pelatih timnas Indonesia U-16 Bima Sakti, mengaku sudah mengetahui karakter permainan tiga negara yang dihadapi timnya di Piala Asia U-16. Pasukan Garuda Muda, tergabung di Grup D bersama Arab Saudi, Jepang, dan Tiongkok.
Dari ketiga negara tersebut timnas Indonesia U-16, baru berhadapan dengan Tiongkok. Kedua tim saling bertemu saat kualifikasi Piala Asia U-16, digelar tahun lalu di Indonesia.
Pertandingan timnas Indonesia U-16, kontra Tiongkok, berakhir tanpa gol. Hasil tersebut sudah cukup mengantarkan Marcell Januar Putra dan kawan-kawan, ke putaran final Piala Asia U-16, yang digelar di Bahrain, 25 November sampai 12 Desember.
"Kami sudah ketemu mereka [Tiongkok] di Jakarta. Banyak evaluasi yang jadi kekurangan kami dari pertandingan melawan mereka," kata Bima.
Soal kekuatan Jepang, Bima menyatakan permainan Negeri Samurai tersebut tidak berbeda dengan Korea Selatan, yang pernah dihadapi timnas Indonesia, pada Boy Elite Tournament U-16. Pertandingan itu berkesudahan sama kuat 1-1.
Alvino Hanafi"Kami sudah punya catatan, terutama untuk Jepang karena mereka pernah melawan Malaysia dan menang 2-0 [di Piala Asia U-16]. Jepang hampir sama dengan Korea Selatan. Mungkin 11-12 cara mainnya. Tapi, mungkin Jepang lebih lembut mainnya," ujar sosok berusia 44 tahun tersebut.
Sementara untuk Arab Saudi, Bima menilai gaya mainnya mirip dengan Qatar. Timnas Indonesia U-16, pernah dikalahkan Qatar dengan skor 2-1, pada Four Nations Tournament U-16.
"Cuma mungkin masalah kualitas pemainnya saja yang berbeda. Tapi kami sudah pernah lawan Qatar, jadi saya pikir kami tetap optimistis," ucap eks Persiba Balikpapan tersebut.
Timnas Indonesia U-16, bakal menggelar pemusatan latihan (TC) pada Juli mendatang. Ada tiga kota yaitu Jakarta, Bekasi, dan Bogor, yang disiapkan untuk melaksanakan agenda itu.
TC tersebut rencananya diikuti 24 pemain. Muka-muka lama menjadi prioritas yang dipanggil untuk ambil bagian dalam agenda ini.
Terakhir kali timnas Indonesia U-16, menggelar TC di Stadion Patriot, Bekasi, dengan 24 pemain. Namun, agenda tersebut berakhir lebih cepat dari jadwal semula karena pandemi virus corona.
