Bima Sakti - Timnas Indonesia U-23PSSI

Bima Sakti Hati-Hati Pilih Pemain Blasteran

Arsitek timnas Indonesia U-17 Bima Sakti tak ingin teperdaya lagi dengan kualitas pemain blasteran, dan menyerahkan sepenuhnya kepada konsultan pelatih Frank Wormuth untuk melakukan penilaian.

Timnas U-17 akan menjalani pemusatan latihan (TC) di Jerman selama satu bulan mulai September. Mereka juga ambil bagian di sebuah turnamen mini di negara tersebut.

Bima akan membawa 28 pemain untuk mengikuti TC dengan menyisakan dua slot buat pemain diaspora (blasteran). Menurut Bima, ia kini lebih berhati-hati dalam menerima pemain blasteran. Penilaian terhadap kualitas pemain nantinya akan ditentukan Wormuth.

“Kami akan memberikan kesempatan lagi kepada pemain diaspora yang kami panggil. Saya tidak mau terulang lagi. Kemarin kita mengambil pemain diaspora, hanya melihat video mereka, hanya melihat CV mereka. Nanti coach Frank akan membantu, karena beberapa pemain memang berasal dari Belanda, dan dia juga tinggal di Belanda,” tutur Bima.

“Frank akan melihat langsung nanti, misalnya ada target satu, dua, atau tiga pemain akan dipanggil untuk ke Jerman nanti, dua slot. Itu dilihat dulu bagaimana kualitasnya. Lagipula Frank sudah lama bersama kita, jadi dia sudah tahu apa yang dibutuhan di tim kami.”

“Itu bisa berganti. Misalnya kami kasih kesempatan satu minggu, dan enggak masuk ke kriteria kami, kami akan ganti. Dari segi akomodasi lebih mudah, karena [jarak tempuh] hanya dua jam dari Belanda ke tempat latihan kami di Jerman.”

Sementara mengenai skema permainan yang diusung saat menghadapi Korea Selatan U-17 dalam pertandingan uji coba di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (30/8) malam WIB, Bima lebih berkonsentrasi ke pertahanan berkaca dari dua uji coba di Bali.

Skema ini disiapkan untuk menghadapi tim kuat saat Piala Dunia U-17 digelar, mengingat lawan yang bakal dihadapi memiliki kualitas bagus. Penekanan terhadap pertahanan ini sudah disampaikan kepada pemain.

“Jadi saat Piala Dunia nanti, pertahanan sangat penting, baru kami berpikir menyerang. Itu sudah saya sampaikan kepada pemain. Kalau kita bertahannya bagus, otomatis gawang kita tidak akan terjadi gol,” ucap Bima.

Iklan
0